<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675</id><updated>2012-01-13T00:29:49.134-08:00</updated><category term='Sekolah Lagi'/><category term='Indonesiana'/><category term='Budaya'/><category term='Komunikasi'/><category term='Jalan-Jalan'/><category term='Albany'/><title type='text'>Catatan Asri Wijayanti</title><subtitle type='html'>Ide. Perasaan. Pengetahuan. Pengalaman.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-2013214398721495977</id><published>2009-08-17T14:36:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T13:16:59.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiana'/><title type='text'>Cerita dari Padang Eucalyptus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dua hari yang lalu aku mengirimkan tulisanku ke Kompasiana. Tulisan berjudul &lt;a href="http://public.kompasiana.com/2009/08/17/cerita-dari-padang-eucalyptus/"&gt;Cerita dari Padang Eucalyptus &lt;/a&gt;itu adalah catatan kecilku tentang makna kemerdekaan bagi warga eks pengungsi Timor Timur di desa Manusak dan Raknamo, Kupang, NTT. Dua desa itu adalah tempat terakhirku bekerja sebelum aku berangkat ke Albany. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut catatan perjalanku dari Manusak dan Raknamo....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lima hari menjelang ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus 2008.&lt;br /&gt;Kami menyusuri jalan raya di Kupang, melewati daerah-daerah bekas tempat tinggal sementara pengungsi eks Timor-Timur, deretan lahan pertanian, lalu berbelok ke sebuah jalan sempit menuju desa Manusak. Semakin jauh kami meninggalkan jalan utama, semakin aku melihat bahwa tak banyak yang bisa tumbuh di sana. Pohon-pohon pisang, jagung dan singkong tampak kerdil bila dibandingkan pohon pisang, jagung dan singkong di tanah Jawa, Bali dan Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rerumputan meranggas. Kuning atau kecoklatan, seolah musim kemarau telah terlalu lama mendera. Anak-anak kecil berlarian di bahu jalan. Kulitnya hitam terpanggang matahari, rambutnya yang ikal memerah, kaki-kakinya telanjang tersaput debu. Mataku tak bisa lepas dari pemandangan di luar mobil ber-AC-ku, dan telingaku mendengar penjelasan-penjelasan kecil dari teman-temanku.&lt;br /&gt;“Sumur ini sudah rusak pompa airnya.”&lt;br /&gt;“Mereka panen setahun sekali.”&lt;br /&gt;“Sulit sekali mencari air di sini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRAI2BANI/AAAAAAAAAk4/O0LlOI9hWeU/s1600-h/copyDSC_4262.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053830920274130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRAI2BANI/AAAAAAAAAk4/O0LlOI9hWeU/s400/copyDSC_4262.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak-anak ini mengikuti rombongan tim survey Rainbow Community, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mendaki bukit-bukit yang mengelilingi desa, bertelanjang kaki &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Bila saat menuliskan cerita ini kembali mataku panas dan berkaca-kaca, saat itu tak ada rasa lain di hatiku selain merasa berdosa. Berdosa sebagai perempuan yang sudah terlalu beruntung, lahir di tanah yang ijo royo-royo, gemah ripah loh jinawi, mengaku cinta Indonesia namun tak pernah benar-benar tahu bagaimana wajah Indonesia seutuhnya. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Aku melewatkan masa kecilku di tahun '80-an, di sebuah desa kecil di Kabupaten Banyumas, di kaki gunung Slamet yang dikelilingi sawah-sawah subur yang dipanen setahun tiga kali. Aku merasakan nikmatnya nasi hangat pulen sehari tiga kali, dan kadang-kadang, saat kangen makan singkong Bapak akan memboncengku di belakang motor Suzuki FX warna hitamnya ke sebuat warung yang khusus berjualan singkong segar di sudut jembatan Kali Pelus. Di seberang jalan raya, di dekat lapangan Sriwijaya ada sebuah pabrik tapioca yang sudah ada di situ sejak jaman penjajahan Belanda, di mana temanku Paryati bekerja menguliti singkong dengan sebilah golok besar sepulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Di pasar Sokaraja, grontol jagung dan gethuk adalah makanan kecil. Buat kami, jagung dan singkong adalah pilihan menyenangkan di samping nasi. Sokaraja sendiri terkenal dengan gethuk goreng-nya. Semuanya adalah bukti bahwa produksi singkong melimpah ruah di samping produksi beras. Satu-satunya masa di mana aku dan keluargaku terpaksa makan beras jatah yang apek adalah saat krisis moneter di tahun 1998. Saat itu aku sudah merasa sangat sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kami menghapalkan (ya, ya, hafalan adalah ciri khas pendidikan Indonesia!) berbagai cerita tentang Indonesia. “Makanan pokok di Jawa adalah nasi, di Timor Timur jagung, dan di Irian Jaya sagu…” Ah. Bahkan mengingat itupun hatiku terasa terganggu. Di kurikulum 1984 nama Papua, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Makassar tak ada di dalam buku pelajaran. Papua adalah Irian Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam adalah Daerah Istimewa Aceh, dan Makassar adalah Ujung Pandang. Ketika nama asli pun tak lagi punya tempat di buku-buku pelajaran sekolah, ilmu pengetahuan macam apakah yang diajarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita tentang makanan pokok, hampir semua guruku, yang lahir-besar-dan bersekolah di Jawa, tak pernah memberitahuku bahwa jagung di Timor sebagian besar tumbuh di lahan tandus. Kupikir semua kebun jagung tampak subur seperti kebun jagung yang kulihat di sebanjang rel kereta api menuju Kalibagor, atau semanis deretan kebun jagung di Wonosobo dan Temanggung. Kupikir seluruh Indonesia tampak seperti pulau Jawa. Hijau dan subur. Saat ini aku jadi ingin memprotes Koes Plus yang bilang bahwa di Nusantara “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Aku ingat beberapa guruku, yang mencontek retorik a la para penguasa Orde Baru, menceritakan tentang betapa suburnya Indonesia dengan mengutip lagu itu. Buat kami yang tak pernah melihat sisi lain Indonesia, cuma membaca buku dan melihat Berita Nasional jam 7 malam di TVRI yang seringkali diisi dengan berita tentang Bapak Presiden yang bersafari panen raya di mana-mana, tentu saja SELURUH Indonesia tampak sebagai tanah yang subur dan kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Manusak, pohon-pohon eucalyptus raksasa memagari jalan. Tingginya menjulang, menggapai langit biru Timor yang selalu membuat mataku silau karena cerahnya. Aku yakin Eucalyptus itu sudah ratusan tahun umurnya, berdiri tegak jauh sebelum buku-buku wajib IPS untuk Sekolah Dasar di jamanku diterbitkan oleh Balai Pustaka. Eucalyptus adalah bukti vegetasi di tanah yang arid – kering dan tak subur. Berada di Manusak, aku merasa berada di sebidang tanah yang sebelum ini cuma kulihat di foto-foto yang menggambarkan tanah Afrika. Terlalu polos? Mungkin iya. Mungkin juga inilah buah pendidikan yang tak terlalu lebar membuka jendela dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRKUjKw6I/AAAAAAAAAlI/AMHBabgISsU/s1600-h/copyDSC_4167.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371054005861139362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRKUjKw6I/AAAAAAAAAlI/AMHBabgISsU/s400/copyDSC_4167.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Padang Eucalyptus" di sepanjang jalan menuju Manusak dan Raknamo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusak yang kami tuju adalah sebuah desa yang dijadikan sebagai perkampungan eks pengungsi Timor Timur. Berbatasan dengan Manusak adalah desa Raknamo. Di dua desa itu para eks pengungsi Timor Timur tinggal di pemukiman barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin teman-teman masih ingat, di tahun 1999 diadakan referendum di Timor Timur, di mana masyarakatnya memilih untuk merdeka atau tetap menjadi bagian dari Pemerintah Indonesia. Ratusan ribu masyarakat Timor Timur memilih untuk mengungsi ke Indonesia. Selain beberapa di antara mereka memilih untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia, banyak pula yang mengungsi ke wilayah Timor Barat atau NTT karena merasa tidak aman berada di sebuah Negara baru yang masih labil kondisi ekonomi dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sanggup membayangkan sedihnya meninggalkan kampung halaman dalam kondisi darurat seperti di tahun 1999. Tak hanya rumah, tanah pertanian, dan binatang ternak yang mereka tinggalkan, tapi juga cerita hidup dan ‘akar’ keberadaan mereka. Tercabut dari tanah kelahiran dan melajutkan kehidupan di tanah baru membuat hidup seperti terlumpuhkan sementara. Seperti halnya cerita klasik diaspora lainnya, mereka selalu mengenang tanah kelahirannya. Budayanya. Apa yang dulu mereka miliki dan apa yang mereka tinggalkan, dan cerita bahwa mereka ingin kembali lagi suatu saat nanti, ketika Timor Leste sudah menjadi Negara yang lebih ramah dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, Manusak adalah ironi. Mereka memilih meninggalkan Timor demi kehidupan yang mereka pikir akan lebih baik. Namun lihat di mana mereka tinggal hari ini. Rumah-rumah sederhana berdinding pelepah lontar dibangun berjajar di lereng bukit tandus. Tanah yang cuma bisa ditanami singkong dan jagung yang kurus. Sumur-sumur yang dibangun beberapa lembaga swadaya masyarakat kering tak berair. Satu-satunya sumber air yang terus mengalirkan air adalah sebatang pipa PVC kecil yang terhubung dengan sebuah sumur di perumahan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonOFG2zxsI/AAAAAAAAAjY/UGkmh-KnT-o/s1600-h/copyDSC_4262.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonN_fQdP0I/AAAAAAAAAjQ/w6tJVzdQhI4/s1600-h/3-Maria+di+Sungai+Kering.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371050521222004546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 279px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonN_fQdP0I/AAAAAAAAAjQ/w6tJVzdQhI4/s400/3-Maria+di+Sungai+Kering.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maria, gadis kecil ini setiap hari bertugas mencari air di sungai musiman ini. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Umurnya baru 6 tahun, dan dengan jerigen kecilnya dia mendaki bukit, mengantarkan air buat mamanya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti halnya sungai-sungai di Timor lainnya, sungai ini selalu banjir saat musim hujan, namun tak lagi berair sejak bulan Mei hingga November.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak-anak mereka bersekolah di sebuah sekolah dasar nun di puncak bukit. Sekolah itu dibangun oleh UNHCR, badan pengungsi PBB yang memiliki Angelina Jolie sebagai dutanya. Sekolah yang berdinding batang lontar, cuma terdiri dari tiga kelas berlantai tanah, dikelola oleh tiga orang istimewa: seorang Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan TU yang merangkap sebagai guru. Anak-anak kelas satu sampai kelas tiga belajar diatas terpal yang digelar di halaman sekolah yang berdebu, sementara kelas empat sampai kelas enam di dalam ruang kelas, karena jam pelajaran mereka lebih panjang. Sekolah itu tak punya sumur dan toilet, apalagi perpustakaan atau UKS. 150 siswa dari Manusak dan Raknamo bersekolah di sana. Aku tak tahu apakah mereka pernah mendengar tentang Angelina Jolie. Bila iya, mungkin mereka akan bingung dan sulit untuk percaya, bagaimana mungkin sekolah ini dibangun oleh sebuah lembaga yang mempekerjakan selebriti kaya raya yang punya rumah mewah di mana-mana?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang siswa kelas empat bercerita, kalau mereka ingin ke belakang, mereka harus turun ke desa, berjalan menuruni bukit, 40 menit perjalanan jauhnya. Dan bila kebutuhan mendesak itu terjadi, biasanya mereka tak akan kembali lagi ke sekolah karena jauhnya. Bila hujan deras turun, bapa atau mama guru sering tak bisa datang karena rumah mereka jauh di balik bukit dan jalan yang mereka lalui berlumpur parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, saat kami berkunjung Bapak Kepala Sekolah sedang mengikuti penataran di Kupang, seorang guru lainnya sakit, dan hanya ada satu orang mama guru yang terpaksa mengajar enam kelas sekaligus, 150 siswa. Kadang anak-anak pulang lebih awal karena mama guru terlalu lelah mengajar begitu banyak siswa. Aku tak habis pikir, berusaha memahami keputusan UNHCR untuk membangun sebuah sekolah dasar di tempat seperti itu. Bukankah sekolah seharusnya merupakan fasilitas yang terintegrasi dengan wilayah pemukiman? Bagaimana cara pikir mereka, mengetahui bahwa pendidikan di Sekolah Dasar adalah 6 tahun, dan memutuskan hanya membangun 3 ruang kelas? Sungguh, sangat sulit untuk tidak merasa marah dan kecewa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan aku tahu bahwa untuk membangun pemukiman baru bagi para eks pengungsi itu, pemerintah daerah harus bernegosiasi dengan para pemimpin adat di wilayah yang dituju. Biasanya para pemimpin adat, raja-raja kecil itu akan memberikan tempat yang tak dihuni masyarakat asli. Dan tentu saja, tempat – tempat itu kebanyakan adalah wilayah paling tandus dari seluruh wilayah desa yang ada. Di situlah para penghuni baru memulai lagi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku bagian dari mereka, akankah aku merasa dikhianati? Dikhianati oleh kepercayaanku, bahwa Indonesia, dan masyarakat Indonesia akan memperlakukanku dengan lebih baik daripada para penguasa baru dan milisia di tanah kelahiranku? Akankah aku merasa bahagia, bahwa setidaknya aku memiliki KTP Indonesia, mengirimkan anakku ke sebuah sekolah dasar negeri yang mengajarkan Bahasa Indonesia, berharap dengan demikian suatu hari nanti anak-anakku akan memiliki masa depan yang lebih luas, seluas wilayah Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak-anak berseragam putih merah itu aku termenung. Seberapa jauh mereka akan meneruskan hidupnya? Letak Manusak cukup jauh dari jalan utama Kabupaten, jauh dari SMP terdekat, di mana mereka perlu naik angkutan umum atau punya kendaraan sendiri untuk bisa sampai ke sana. Dengan minimnya hasil panenan singkong dan jagung mereka, aku melihat masa depan terhenti di ujung jalan desa. Tak ada biaya untuk mengirimkan anak-anak manis ini ke sekolah yang lebih tinggi. Selama di sana, tak satupun aku melihat sepeda. Setidaknya Lintang di Laskar Pelangi masih bisa mengayuh sepedanya melintasi paya-paya. Bagaimana dengan anak-anak ini?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonOZwtijmI/AAAAAAAAAjw/4vItRzH1Dq4/s1600-h/copyDSC_4329.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonOLZrpzcI/AAAAAAAAAjg/_RH_OyCVBMs/s1600-h/copyDSC_4200.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371050725883891138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonOLZrpzcI/AAAAAAAAAjg/_RH_OyCVBMs/s400/copyDSC_4200.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merah-Putih berkibaran di perkampungan eks pengungsi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera-bendera merah putih berjajar di jalan kampung yang berdebu. Anak-anak kecil yang berlarian mengikutiku lahir di wilayah NKRI. Dibuahi, tumbuh menjadi janin dan lair saat orangtua mereka masih berstatus pengungsi. Bicara dalam Bahasa Tetun, namun fasih menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghormat bendera. Untuk menyampaikan ungkapan terimakasih, bapa dan mama di sana mengajariku kata “abrigado”. Kata yang bukan Bahasa Tetun, pun bukan Bahasa Indonesia. Abrigado adalah kata dalam Bahasa Portugis untuk “terima kasih”. Cukuplah untuk menjelaskan, betapa panjang sudah perjalanan tertempuh sebagai warga negara suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa dan mama yang telah keriput dan beruban itu lahir saat Timor-Timur masih menjadi “milik” Portugis. Lalu di tahun 1976 mereka menjadi Warga Negara Indonesia. Hari ini pun mereka masih menjadi Warga Negara Indonesia, namun rasanya dengan makna yang berbeda. Beberapa ratus kilometer jauhnya, orang-orang di tanah kelahiran mereka telah menjadi warga Negara asing. Beberapa jengkal jauhnya, penduduk asli Manusak dan Raknamo, serta pemerintah Indonesia melihat dan memperlakukan mereka seperti orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak berani bertanya, apakah mereka mencintai Indonesia. Aku punya terlalu banyak alasan untuk mencintai negeriku karena aku telah mendapatkan begitu banyak keistimewaan, nun di belahan lain pulau di Indonesiaku. Namun mereka tak sepertiku. Alam yang keras dan berbagai gejolak politik memutarbalikkan nasib mereka sebagai warga suatu Negara. Melihat jauh dan berlikunya jalan yang mereka tempuh untuk tetap menjadi warga Negara Republik ini, aku tak berani untuk bertanya apakah mereka mencintai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma bisa tergugu melihat deretan merah putih yang berkibar di kampung kecil itu. Apakah maknanya buat mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRFbTOURI/AAAAAAAAAlA/7ixduo_Gn7Q/s1600-h/copyDSC_4329.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053921773965586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRFbTOURI/AAAAAAAAAlA/7ixduo_Gn7Q/s400/copyDSC_4329.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku di bawah pohon Eucalyptus. Sebesar inilah kebanyakan pohon Eucalyptus di sana&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQ3q2bsaI/AAAAAAAAAkw/8NxC5YJuThA/s1600-h/DSC_4313.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053685430006178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 284px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQ3q2bsaI/AAAAAAAAAkw/8NxC5YJuThA/s400/DSC_4313.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kapel kecil di jalan menuju SD Manusak/Raknamo.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap hari Minggu Kapel sekecil dan sesederhana ini ini menampung lebih dari 200 keluarga pengungsi!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQp0FW3bI/AAAAAAAAAkg/8jTNDbhk26o/s1600-h/DSC_4322.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053447390354866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQp0FW3bI/AAAAAAAAAkg/8jTNDbhk26o/s400/DSC_4322.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesederhanaan tak melunturkan kuatnya iman warga "pendatang baru" ini...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQffjk9MI/AAAAAAAAAkY/9b-wDCB4FXI/s1600-h/DSC_4303.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053270081270978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQffjk9MI/AAAAAAAAAkY/9b-wDCB4FXI/s400/DSC_4303.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lonceng gereja. Digantung di sebuah pohon di sisi kiri kapel...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQUtGKHDI/AAAAAAAAAkQ/pJEucu53BBY/s1600-h/DSC_4288.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371053084737412146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQUtGKHDI/AAAAAAAAAkQ/pJEucu53BBY/s400/DSC_4288.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Raknamo, dilihat dari bukit. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dedaunan hijau yang tampak di belakang adalah pohon eucalyptus atau lontar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQM0zRluI/AAAAAAAAAkI/PPNdvTj2Y00/s1600-h/DSC_4275.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371052949366740706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 289px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonQM0zRluI/AAAAAAAAAkI/PPNdvTj2Y00/s400/DSC_4275.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak-anak berambut ikal kemerahan ini sangat manis dan ramah :)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonP8B1GjuI/AAAAAAAAAkA/8HfsYlJ469g/s1600-h/DSC_4273.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371052660806291170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonP8B1GjuI/AAAAAAAAAkA/8HfsYlJ469g/s400/DSC_4273.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agustus baru bermula, namun tanah di Manusak sudah sekering ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonN0wQKvvI/AAAAAAAAAjI/XlQ2GHGzGPg/s1600-h/5-Likurai.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371050336805633778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonN0wQKvvI/AAAAAAAAAjI/XlQ2GHGzGPg/s400/5-Likurai.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tari Likurai, warisan budaya Tetun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonNxOGEfrI/AAAAAAAAAjA/azCTQaS1uyE/s1600-h/2-Happy+Faces.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371050276096868018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 303px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonNxOGEfrI/AAAAAAAAAjA/azCTQaS1uyE/s400/2-Happy+Faces.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Senyuman itu...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonNpKSu9SI/AAAAAAAAAi4/_pUUWdeF9o4/s1600-h/DSC_4299+low+res.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371050137637287202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonNpKSu9SI/AAAAAAAAAi4/_pUUWdeF9o4/s400/DSC_4299+low+res.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SD Manusak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Terimakasih banyak untuk teman-temanku di CIS Timor dan Austcare, yang sudah mengajakku belajar lebih banyak tentang 'perjuangan' untuk menjadi bagian dari bangsa ini. Selamat, telah mengerjakan Rainbow Community Project sepanjang tahun 2008 - 2009 ini dan membangun SD Raknamo menjadi tempat yang lebih layak untuk belajar, membangun sumur yang menyediakan lebih banyak air dan balai pertemuan serta pelatihan pertanian dan keterampilan bagi warga Manusak dan Raknamo! :)*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-2013214398721495977?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/2013214398721495977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=2013214398721495977' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2013214398721495977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2013214398721495977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2009/08/foto-foto-dari-padang-eucalyptus.html' title='Cerita dari Padang Eucalyptus'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SonRAI2BANI/AAAAAAAAAk4/O0LlOI9hWeU/s72-c/copyDSC_4262.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-8086713659813387222</id><published>2009-07-17T08:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T08:15:39.696-07:00</updated><title type='text'>Kami Tidak Takut!</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Turut berduka cita untuk para korban bom Jakarta, 17 Juli 2009. Indonesia, bersatu!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-8086713659813387222?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/8086713659813387222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=8086713659813387222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/8086713659813387222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/8086713659813387222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2009/07/kami-tidak-takut.html' title='Kami Tidak Takut!'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-3365965669737268056</id><published>2009-06-07T21:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T13:18:11.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiana'/><title type='text'>Fatwa Haram yang Ironis...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SiyS4TEOCnI/AAAAAAAAAhw/yXwvmNEq6gs/s1600-h/vaccine-shot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344808353670236786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 288px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SiyS4TEOCnI/AAAAAAAAAhw/yXwvmNEq6gs/s400/vaccine-shot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;foto ini diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.naturemoms.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;www.naturemoms.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barusan saya membaca judul berita di MSN Indonesia tentang Fatwa Haram yang dikeluarkan oleh MUI untuk vaksin meningitis. Semula saya merasa skeptis membaca judul itu, mengingat hebohnya fatwa-fatwa haram yang baru-baru ini dikeluarkan, mulai dari fatwa haram untuk Facebook sampai fatwa haram pemakaian HP untuk berkomunikasi dengan lawan jenis. Suara di kepala saya sudah jelas berkata, "waduh, apa lagi nih alasan pengharaman ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharaman vaksin meningitis tentu saja terasa ironis, mengingat calon jamaah ibadah umroh dan haji diwajibkan mendapatkan vaksin tersebut sebelum mereka berangkat ke Arab Saudi - untuk tentu saja melaksanakan salah satu wujud ibadah dalam agama Islam. Pun, untuk para tenaga kerja yang akan berangkat ke sana, dan kami-kami yang akan belajar di Amerika Serikat juga wajib mendapatkan vaksin tersebut sebelum berangkat. Dengat teliti saya pun membaca artikel tersebut. Disebutkan bahwa vaksin meningitis itu haram karena mengandung enzim babi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kecewa hampir saja tertumpah kepada perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin tersebut. Namun kekecewaan itu urung setelah saya membaca kelanjutan berita tersebut, dan berpikir. Ternyata, pemerintah Indonesia melalui departemen kesehatan bekerja sama dengan GSK, sebuah perusahaan farmasi Internasional untuk memasok vaksin tersebut. Bisa ditebak, vaksin meningitis di Indonesia paling banyak diperlukan oleh calon-calon "tamu Allah" yang akan berangkat ke tanah suci. Celakanya GSK mengaku bahwa mereka memang memakai enzim babi dalam tahap awal pembuatan vaksin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau begini ceritanya, saya jadi geregetan sama pemerintah Indonesia. Lha wong mie instan yang dijual bebas di pasaran saja harus melalui proses sertifikasi Halal oleh MUI, kenapa justru produk, yang sudah jelas-jelas diharapkan kehalalannya, karena dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah perjalanan ibadah, kok sampai lolos tanpa sertifikasi dan baru ketahuan sekarang? &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan keterangan dalam berita tersebut, bahwa pemerintah bekerja sama dengan GSK - yang terkesan sebagai kerjasama eksklusif, membuat saya berpikir, selayaknya MUI tak serta-merta menyatakan bahwa VAKSIN MENINGITIS haram, tapi akan jauh lebih baik bila MUI melakukan penelitian mendalam, melakukan perbandingan antara produk-produk vaksin dari perusahaan lain, siapa tahu (mohon maaf untuk keawaman saya terhadap bagaimana prosedur pengembangan vaksin), ada vaksin yang tak mengandung unsur haram. Dengan demikian akan Fatwa tersebut mungkin akan berbunyi, "VAKSIN MENINGITIS DARI PERUSAHAAN X dinyatakan haram". Rasanya itu akan lebih adil dan menjujung semangat khuznudzan - prasangka baik, dibanding dengan serta-merta memukul rata bahwa vaksin meningitis itu haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lucu"nya lagi, kenapa MUI tidak melayangkan keberatan terhadap Depkes yang sudah membuka jalan bagi vaksin berunsur babi itu? Yang lebih lucu lagi, karena haram, alih-alih mencari alternatif vaksin yang halal MUI sekarang malah akan melayangkan pertanyaan kepada pemerintah Saudi, kenapa jamaah yang akan berangkat ke Saudi diwajibkan untuk vaksin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduuuhhh... kadang saya sampai bingung, kenapa ya, saya ngga bisa lagi menerima logika berpikir para pejabat dan tokoh agama di Indonesia. Kenapa itu langkah pertama yang dianggap perlu, sementara "anak kecil juga tahu", bahwa yang namanya vaksin itu perlu untuk melindungi diri kita dari ancaman penyakit yang paling mungkin muncul di suatu wilayah. Jadi menurut saya, semestinya bukan "kenapa perlu vaksin meningistis" lagi yang perlu dipertanyakan, tetapi, "kenapa Depkes memilih GSK" dan "adakah alternatif vaksin meningitis yang halal?" Bila jawabannya "tidak ada", pertanyaan selanjutnya adalah, "mungkinkah kita mengembangkan vaksin halal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bayangan naif saya, kalau saja semua perusahaan yang memproduksi vaksin meningitis saat ini memakai enzim babi, dan Indonesia bisa mengembangkan vaksin halalnya sendiri, kebayang berapa negera Islam, atau organisasi Islam yang dengan senang hati membeli produk kita. Keuntungan dari penjualan vaksin itu bisa dipakaii untuk perbaikan layanan kesehatan, biar masyarakat seperti bu Prita ngga perlu memilih dan bermasalah dengan rumah sakit "internasional" lagi, karena layanan di rumah sakit umum sudah ngga kalah bagusnya. Syukur-syukur, karena konsumennya dari negara Islam, sebagian keuntungannya bisa dipakai buat mensubsidi umat Islam Indonesia, biar semakin banyak yang mampu berhaji. Sekali lagi, ini bayangan naif lho... jadi yang indah-indahnya saja yang terlihat. Saya masih buta dengan prosedur lembaga kesehatan internasional untuk produksi suatu vaksin, pun prosedur perbaikan layanan kesehatan dan ibadah haji di Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, saya jadi ingin belajar juga dari teman-teman, adakah perkecualian dalam aturan halal dan haram, untuk sesuatu yang sangat kita butuhkan untuk alasan kesehatan seperti dalam kasus vaksin ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, dengan mencermati berita-berita dari Indonesia, saya jadi tergerak buat belajar lebih banyak lagi. Setelah minggu lalu "terpaksa" belajar tentang UU ITE dan UU Perlindungan Anak karena kasus Ibu Prita vs. RS. OMNI dan Manohara vs. Pangeran Fakhry, tampaknya minggu ini saya harus belajar tentang dalil halal dan haram vs. layanan kesehatan, dan tentang betapa ironisnya, sesuatu yang dibutuhkan sebagai pembuka jalan untuk ibadah, ternyata tak diteliti dulu kehalalannya oleh pemerintah...&lt;br /&gt;Atau, adakah yang punya informasi tambahan/lanjutan tentang kasus ini?&lt;br /&gt;Terimakasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut berita selengkapnya dari MSN Indonesia:&lt;br /&gt;http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=3363125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUI: Vaksin Meningitis Haram&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengharamkan vaksin meningitis yang wajib digunakan bagi calon jamaah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua MUI Amidhan mengatakan, keputusan itu merupakan hasil pertimbangan dan analisis dari anggota Komisi Fatwa MUI. Dari analisis itu dinyatakan bahwa proses pembuatan vaksin meningitis bermerek "Mencevax ACWY" tersebut menggunakan enzim babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keterangan yang paling kuat itu disampaikan Departemen Kesehatan (Depkes) yang mempertegas bahwa vaksin tersebut mengandung enzim babi," tegas Amidhan ketika dihubungi Seputar Indonesia di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya ketetapan ini, terang Amidhan, MUI membatalkan rencana pergi ke Belgia guna menyaksikan langsung proses pembuatan vaksin meningitis tersebut. "Tidak ada lagi yang mau dibuktikan. Jadi, kami urungkan niat ke Belgia,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya diberitakan, penelitian Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan kandungan vaksin meningitis yang mengandung enzim babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, vaksin meningitis harus diberikan kepada setiap calon jamaah haji atau umrah melalui Nota Diplomatik Duta Besar (Dubes) Arab Saudi di Jakarta No.211/94/71/577 tanggal 1 Juni 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu menyatakan, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon jamaah umrah, haji, dan tenaga kerja Indonesia (TKI) mendapat imunisasi meningitis sebagai syarat untuk mendapatkan visa. Atas dasar surat itu, Pemerintah Indonesia kemudian mewajibkan semua calon jamaah haji dan umrah untuk disuntik vaksin meningitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan ini, pemerintah kemudian menggunakan vaksin bermerek Mencevax ACWY yang diproduksi oleh PT GlaxoSmithKline Beecham Pharmaceuticals (GSK) dari Belgia.Perusahaan tersebut sebenarnya telah mengirim surat ke Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Depkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya, perusahaan itu menyatakan bahwa produknya sudah tidak mengandung enzim babi. Enzim babi, sebut perusahaan itu dalam suratnya, hanya digunakan dalam proses awal pembuatan vaksin meningitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dihilangkan, sehingga produk akhir vaksin tidak lagi mengandung unsur babi. Bahkan, Mencevax ACWY formula baru ini telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 6 April 2009. Atas keterangan ini,Amidhan menyatakan, MUI masih ragu atas klaim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mungkin tidak mengandung babi kalau mediasinya menggunakan enzim babi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Amidhan mengatakan, MUI akan menemui Dubes Arab Saudi di Indonesia untuk mempertanyakan alasan diwajibkannya pemberian vaksin meningitis bagi jamaah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemberian vaksin itu merupakan kewajiban yang tidak bisa dihindari, kata dia, Komisi Fatwa akan bersidang kembali untuk menetapkan fatwa selanjutnya. Amidhan juga mendesak pemerintah segera mengusahakan alternatif vaksin meningitis jenis lain sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama (Depag) Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, pihaknya hanya menunggu keputusan akhir MUI dan Depkes terkait penggunaan vaksin meningitis tersebut. Sebab, menurut dia, pemberian vaksin merupakan wewenang Depkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Depag hanya menunggu kesepakatan MUI dan Depkes. Karena persoalan perusahaan pembuat vaksin, yaitu PT GSK merupakan kewenangan Depkes.Setelah mendapatkan hasil, baru dikoordinasikan dengan kita,"terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Koordinator Forum Reformasi Haji Indonesia (FOR Haji) Ade Marfuddin, mengatakan fatwa haram mengenai vaksin meningitis belum cukup. Dia meminta MUI untuk membuat fatwa yang benar sesuai dengan fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade menambahkan jika fatwa tersebut harus mengarah ke darurat, maka MUI harus menjelaskan alasannya. "Jika seperti itu harus ada batas waktunya disertai dengan catatan perbaikan dan mencari alternatif vaksin berbahan lain," terangnya. ***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-3365965669737268056?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/3365965669737268056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=3365965669737268056' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/3365965669737268056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/3365965669737268056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2009/06/fatwa-haram-yang-ironis.html' title='Fatwa Haram yang Ironis...'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SiyS4TEOCnI/AAAAAAAAAhw/yXwvmNEq6gs/s72-c/vaccine-shot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-2761824596901932226</id><published>2009-05-06T15:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T16:01:33.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>Facebook vs. Blogger</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SgIWmu_VhnI/AAAAAAAAAhc/gBCe5u-X_W4/s1600-h/facebook.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 336px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SgIWmu_VhnI/AAAAAAAAAhc/gBCe5u-X_W4/s400/facebook.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332849763464611442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duh, sudah lama banget ngga posting di blog ini. Kenapa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, mungkin lebih baik ceritanya kuawali dari sebuah posting status di Facebook temanku ya? Pada suatu hari Jeng L, sebut saja begitu, menulis: "sekarang gw kok males ngeblog ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang merasa sama langsung mengomentari, "sama jeung.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah males ngeblog yang kami hadapi ngga ada hubungannya sama sekali dengan masalah malas menulis. Yang ada dalam sebulan paling tidah ada dua note yang kami kirimkan di halaman FB kami. Aku juga cukup rajin memasang foto-foto jepretanku di Album FB. Tapi setelah meluangkan waktu 10 menit siang ini aku mulai bisa membangun struktur jawaban dari pertanyaan "mengapa malas ngeblog?" itu tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru sadar bahwa FB sudah memanjakanku sedemikian rupa sehingga kebutuhan untuk berbagi dengan teman-temanku begitu terpenuhi dengan kompletnya fitur-fitur di sana. Dengan adanya sistem notification di FB, apapun yang kutulis di note akan menemukan pembaca, karena teman-temanku jadi tahu bahwa ada postingan baru di halamanku. Ditambah lagi dengan mudahnya teman-teman di jaringanku untuk menulis komentar, note yang kutulis jadi tulisan yang 'bersuara', ngga seperti tulisan di blogku yang mau kaya apapun oke-nya teteuup... aja sepi dari komentar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan untuk berkomentar juga merupakan salah satu hal yang paling menyenangkan yang kunikmati dari FB. Ini beda banget dengan blogger, yang untuk komentar aja terhitung cukup ribet karena harus punya akun blog. Pernah dengar istilah 'masturbasi intelektual' kan? Itu lho, kalo apa-apa yang kita pikirkan jadi konsumsi kita sendiri... Dengan blog kadang-kadang aku merasa demikian. Belum lagi kebayang sebelnya kalo yang kasih komentar di tulisanku adalah orang yang numpang ngiklan atau ninggalin link. Huuuuhhh... &lt;br /&gt;Di FB mah ngga ada yang beginian, dan terlebih lagi, paling tidah aku tahu orang-orang yang ada di jaringan FBku, sehingga alur diskusi, yang terpicu oleh tulisanku, bisa lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mulai ngeblog di tahun 2005 aku cuma ingin menyalurkan hasrat menulis dan berbagi cerita. Tapi ternyata memang sudah kebutuhanku sebagai manusia, bahwa berbagi cerita saja tidak cukup, dan bahwa aku lebih butuh 'bercakap-cakap' (yang bermakna resiprokal) daripada sekedar 'berbicara' (yang bermakna retorikal). Jadi penasaran melakukan penelitian tentang dampak FB terhadap aktifitas blogging... hmm... hmmm... menarik nih kayanya! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-2761824596901932226?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/2761824596901932226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=2761824596901932226' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2761824596901932226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2761824596901932226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2009/05/facebook-vs-blogger.html' title='Facebook vs. Blogger'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SgIWmu_VhnI/AAAAAAAAAhc/gBCe5u-X_W4/s72-c/facebook.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-6348967890555723270</id><published>2008-12-07T15:24:00.000-08:00</published><updated>2009-06-19T11:43:25.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Albany'/><title type='text'>Ramalan Cuaca</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/STxbMNNc3KI/AAAAAAAAAcM/mZgDTNIKDH0/s1600-h/weather+albany.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277193128634014882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/STxbMNNc3KI/AAAAAAAAAcM/mZgDTNIKDH0/s400/weather+albany.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar di atas adalah ramalan cuaca di Albany untuk lima hari ke depan. Sejak laptopku rusak, aku ngga bisa mengakses salah satu informasi terpenting ini: ramalan cuaca. Ramalan cuaca adalah "sistem peringatan dini" yang wajib kulihat buat menentukan berapa lapis baju yang perlu kupakai, biar aku ngga jadi "daging beku" di tengah udara Albany yang amit-amit dinginnya, atau kepanasan gara-gara salah kostum. Meski laptoku rusak, aku beruntung karena ada Ani, temanku yang dengan baik hati selalu meng-update info cuaca buatku saat aku perlu keluar rumah. Dia yang berasal dari Caracas, Venezuela dan aku yang berasal dari Semarang, Indonesia, yang sama-sama panas, selalu heboh saat melihat ramalan cuaca, melihat salju turun, menemukan bahwa embun yang menggantung di rumput-rumput menjadi kristal es yang berkilauan dan memantulkan cahaya lampu-lampu jalan, atau melihat genangan air di jalan berubah wujud menjadi lapisan es yang licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga tau deh, mau sampai kapan kami heboh setiap kali melihat ramalan cuaca yang menunjukkan hari-hari yang semakin dingin tiba di Albany. Musim dingin kan sebetulnya sudah berlangsung lebih dari sebulan, ditandai dengan salju yang turun tanggal 22 Oktober lalu, tapi kami masih suka berseru,&lt;em&gt; "WOW... WOWWWW... hari ini dingin sekali dan kita masih survive!",&lt;/em&gt; lalu kami ber-&lt;em&gt;hi five &lt;/em&gt;keras-keras&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Ngomong-ngomong, minggu lalu, suhu di malam hari berkisar di -5 sampai -8*C. Saking dinginnya suhu di luar, saat habis belanja dan pengen buru-buru minum jus dingin, aku tinggal menaruh botol jus yang baru kubeli di kusen jendela selama kurang lebih 10 menit, dan jus botolan itu jadi lebih cepat dingin daripada saat ditaruh di kulkas... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, coba deh, liat ramalan cuaca buat minggu ini, yang aku pasang di awal tulisan ini. Besok suhu di Albany -14*C. Aku ngga tau lagi gimana rasanya berdiri di suhu sedingin itu, karena hari ini aku sudah merasa jadi daging beku, berdiri nungguin bis kampus dalam udara -7*C dan angin kencang selama hampir sejam. Jari-jari kakiku rasanya sakit, susah digerakkan, kulit muka dan telinga jadi terasa perih meski aku sudah pakai topi wool tebal, dan gigiku gemeletuk tanpa henti, meski aku sudah pakai jaket bulu angsa tebal dan dua lapis sweater wool di atas long john-ku. Hauuu... gimana ya rasanya jadi beruang kutub? :D &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain bikin kita menggigil, suhu musim dingin ini juga bikin kulit kita jadi kering. Seluruh tubuh biasanya jadi terasa gatal atau perih karena kulit yang kering tergesek baju. Kulit kepala jadi seperti berketombe karena serpihan kulit kering itu terkena sisir, dan bibir kita jadi pecah-pecah dan berdarah. Untuk beberapa orang, termasuk aku, udara kering ini juga bikin hidung kita sering berdarah, karena pembuluh kapiler di hidung pecah. Solusinya, aku harus pakai humidifier, pelembab udara untuk ruangan saat aku tidur, pakai pelembab kulit untuk kulit yang sangat kering, &lt;em&gt;Chapstick, &lt;/em&gt;lip balm dengan formula khusus buat bibirku, dan... harus jarang-jarang mandi, karena sabun dan air panas bikin kulit semakin kering.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, suhu di berbagai wilayah di Albany bisa berbeda-beda. Misalnya, biasanya suhu di kampus lebih hangat 1*C kalau dibandingkan dengan suhu di Madison Street. Kata temanku yang belajar di Department of Atmospheric Science-nya SUNY, ini karena ketinggian tempat dan kepadatan bangunan dan vegetasi di Albany berbeda-beda. Aku sih ngga bisa merasakan bedanya: mau -5 atau -6, dua-duanya sama-sama dingin.... brrrr....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Januari nanti aku harus siap dengan -20. Di suhu seperti itu, kita sangat tidak disarankan untuk memakai perhiasan logam, mulai dari anting, gelang, atau kalung. Kenapa? karena dalam udara super dingin, logam itu bisa lengket di kulit kita dan susah dilepaskan. Ceritanya seperti kalau kita memegang dinding freezer yang dingin. Kulit kita bisa lengket dan sakit saat ditarik dari dinding itu. Hiiii... serem ya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk menghadapi musim dingin yang ganas ini, kampusku punya terowongan bawah tanah yang menghubungkan semua gedung dalam kompleks SUNY, supaya kami ngga perlu berjalan dalam udara yang membekukan saat berpindah, misalnya dari ruang kuliah ke perpustakaan. Selama musim dingin juga ada kemungkinan sekolah-sekolah dan fasilitas umum ditutup karena badai salju ngga memungkinkan siapapun untuk keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, ramalan cuaca jadi sangat penting buat dilihat, terutama di musim seganas ini. Hmm... beruntung ya, yang tinggal di negara tropis, karena sepanjang tahun kita mengalami hari-hari yang sama? Mau musim hujan atau musim panas, musim rambutan atau musim duren, suhu di Semarang ngga jauh-jauh dari 30*C. Hhhh... Indahnya Indonesia.... :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-6348967890555723270?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/6348967890555723270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=6348967890555723270' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6348967890555723270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6348967890555723270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/12/ramalan-cuaca.html' title='Ramalan Cuaca'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/STxbMNNc3KI/AAAAAAAAAcM/mZgDTNIKDH0/s72-c/weather+albany.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-2213120900199004560</id><published>2008-12-01T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T22:31:47.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiana'/><title type='text'>Resesi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini Amerika resmi dinyatakan sedang mengalami masa resesi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Index Dow Jones turun sampai 680 poin dan wajah profesorku kelihatan begitu terpukul saat bertanya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hey, ngomong-ngomong, tahukah kalian, bahwa akhirnya hari ini pemerintah kita mengaku resesi?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan wajah teman-temanku langsung berubah. Suasana yang sangat ngga nyaman. Semua langsung menyandarkan punggung di kursinya. Amerika tidak pernah bermimpi untuk jadi seperti ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Aku ngga tahu, gimana nasib dana pensiunku..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profesorku bicara, seperti pada dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siang tadi aku bertemu Matt, tetangga di apartmentku. Tiga bulan lalu saat aku ngobrol dengannya, dia masih bilang kalau dia berencana kuliah lagi di department psikologi setelah menyelesaikan master komunikasinya Desember ini. Aku bertanya, "Jadi gimana nih, kamu wisuda dulu, trus kuliah lagi di psikologi?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wajahnya tampak berat. Dia menghisap rokoknya dalam-dalam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Rencana berubah. Aku harus kerja, apapun pekerjaannya. Aku ngga punya uang buat kuliah lagi..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku cuma bisa bilang, "Oh."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"...meski aku ngga tahu, apakah aku masih bisa dapat kerjaan dalam kondisi seperti ini..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami terdiam sampai bus No. 10 tiba. Aku tahu dia sedih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam ini aku nonton CNN. Larry King Live menyorot masalah ini. Resesi. Saat musim semi tahun depan, diperkirakan ada dua setengah juta pekerjaan yang hilang. Tradisi liburan berubah. "Para orangtua harus bicara pada anak-anaknya, tak ada lagi liburan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hadiah yang dipasang di bawah pohon Natal tak sebanyak dulu lagi..."&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu nasihat yang diberikan adalah, "...jangan belanja terlalu banyak dengan kartu kredit, karena suku bunga yang ngga menentu dan kita ngga tahu, sampai kapan kita masih akan bekerja..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Indonesia, sahabatku sedang khawatir kehilangan pekerjaannya. Kakak iparku yang bekerja sebagai saham sudah tak sanggup lagi menghasilkan apapun sejak tiga bulan lalu. Kakakku terancam dirumahkan karena perusahaannya terus merugi. Harga-harga pasti terus melambung. Seorang pengusaha kelapa sawit kenalan sahabat temanku bunuh diri karena frustrasi dengan harga sawit yang "terjun bebas". Aku sedih sekali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ingat, 3 lalu bulan saat aroma krisis semakin tajam di sini, aku menulis di status FB-ku: &lt;em&gt;"Asri berharap Indonesia ngga krismon lagi..."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan tahu ngga? Saat itu ada dua orang yang mentertawakanku. Mereka bilang "ngga mungkin". Mereka bilang, "krisis masih jauh..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jauhkah 3 bulan lalu dari hari ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belumkah mereka merasakan kepahitan saat negara kita saat ini terpaksa meluncurkan kebijakan moneter, "merestui" pemutusan hubungan kerja, merasakan anjoknya rupiah sekali lagi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku geregetan ketika melihat komentar mereka saat itu. Sangat geregetan, karena mereka adalah bagian dari angkatan yang melewati badai krisis di akhir '90-an, dan mereka, dari status pendidikan dan strata sosialnya, seharusnya orang yang cukup bisa membaca keadaan. Cuma, orang-orang seperti mereka akan selalu berdebat atas nama perdebatan itu sendiri, bukan atas nama esensi. Celakanya, suka atau ngga suka, negara kita dipenuhi manusia-manusia seperti ini. Banyak bicara, berdebat untuk menang, bukan untuk mencapai solusi yang baik buat semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;For God's sake&lt;/em&gt;, bukankah media sudah menjadi global dan menyebarkan peringatan ini ke seluruh dunia?Aku geregetan, merasa kita selalu ketinggalan langkah. Selalu jadi korban imbasan badai krisis global. Merasa kalau kita selalu lengah (atau dengan sengaja memelihara ketidak-pedulian, atau kebodohan?), dengan tetap tertawa-tawa saat dunia mulai batuk-batuk dan sakit parah. Menganggap prediksi krisis itu "lucu", atau jadi bahan becandaan. &lt;em&gt;Gosh!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapan kita mau belajar? Membunyikan, mendengarkan peringatan dini, dan menyelamatkan diri sebelum semua porak poranda? Aku bukan pakar ekonomi, tapi aku percaya, meski bahaya datang, bencana tak harus terjadi....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1997 belum lama terlewat. Masa sekarang kita mau krismon lagi??&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Masih geregetan, tapi harus bikin PR...*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-2213120900199004560?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/2213120900199004560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=2213120900199004560' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2213120900199004560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2213120900199004560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/12/resesi.html' title='Resesi'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-6473164581092170503</id><published>2008-11-26T03:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T21:51:24.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Lagi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Kuliah di Sini...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SS06C_PxeKI/AAAAAAAAAb0/A4iJnb0xfI8/s1600-h/DSC_5387.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272934561732458658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SS06C_PxeKI/AAAAAAAAAb0/A4iJnb0xfI8/s400/DSC_5387.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang paling sering kuterima saat chatting atau saat ber "wall-to-wall" di Facebook adalah, "gimana kuliah di sana, enak ngga?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini bikin aku merasa &lt;strong&gt;wajib &lt;/strong&gt;menjawabnya juga di blog-ku. :)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku kuliah di &lt;em&gt;State University of New York&lt;/em&gt;, atau Universitas Negeri New York di Albany. &lt;em&gt;State University of New York &lt;/em&gt;yang disingkat sebagai &lt;strong&gt;SUNY &lt;/strong&gt;(dibaca sebagai "SU-NI") ini adalah sistem pendidikan tinggi di negara bagian New York, yang menurut Wikipedia merupakan sistem pendidikan komprehensif terbesar di dunia, dengan hampir sejuta mahasiswa yang belajar di berbagai lokasi kampus SUNY yang tersebar di beberapa kota di negara bagian NY. Jumlah total jurusan dan program studi yang ditawarkan oleh SUNY mencapai lebih dari 6500 program studi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada 4 kampus utama dalam sistem SUNY: SUNY-Albany, SUNY-Buffalo, SUNY Binghamton dan SUNY-Stony Brook. SUNY Albany, kampusku, didirikan tahun 1844 dan menjadi universitas tertua dalam sistem SUNY. SUNY Buffalo, si tertua kedua didirikan tahun 1940-an! Karena "faktor umur", dan karena Albany adalah ibukota negara bagian New York itulah maka SUNY Albany menjadi pusat dari semua SUNY.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah sempat dikenal sebagai "&lt;em&gt;Party Campus&lt;/em&gt;" alias kampus hura-hura di era '90-an gara-gara tradisi &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.albany.edu/news/feature_2033.shtml"&gt;Fountain Day&lt;/a&gt;*&lt;/em&gt;-nya (video Fountain Day ada di bawah tulisan ini), dalam sepuluh tahun terakhir ini kampusku akhirnya berhasil masuk dalam jajaran &lt;strong&gt;20 besar &lt;/strong&gt;universitas riset terbaik di Amerika Serikat. Department Nano Science-nya malah merupakan Department Nano Science terbaik di AS, dan dikembangkan menjadi pusat penelitian Nano Science nasional. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena merupakan universitas negeri, SUNY relatif cukup murah kalau dibandingkan dengan universitas lain, karena masih disubsidi oleh pemerintah negara bagian. Biaya kuliah untuk program sarjana sekitar $ 3,000 - 4.000, sedangkan untuk program pasca sarjana sekitar $ 5,000 - $6,000 per semester. Ini belum termasuk biaya beli buku. Semester ini aku menghabiskan sekitar $ 450 untuk beli buku-buku wajib... mengerikan ya? Ngga kebayang deh kalau aku harus sekolah di sini tanpa beasiswa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Enaknya sekolah di SUNY adalah banyaknya fasilitas yang membuat hidup mahasiswa jadi lebih mudah. Bagian yang paling aku sukai dari kampusku adalah perpustakaannya. Ada tiga perpustakaan besar di luar perpustakaan masing-masing fakultas, dengan koleksi buku, micro film sampai DVD yang bikin aku merasa seperti anak kecil yang diajak ke toko permen. Koleksinya banyak dan komplet, mulai dari buku &lt;em&gt;Broken Music&lt;/em&gt;-nya Sting sampai laporan pertumbuhan ekonomi tahunannya Jepang ada di sana. Lebih asyik lagi, sebagai mahasiswa pasca sarjana, aku bisa pinjam total 100 buku dalam satu semester, dengan jangka waktu peminjaman 90 hari. Huiii... kalau lagi mood, aku selalu pulang dari perpustakaan dengan tas penuh buku, sampai jalanku sempoyongan... hehehe... &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(*tpesan moralnya, terlalu berlebihan memang selalu ngga baik* :-D&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perpustakaan utama, atau main library di SUNY Albany juga memiliki pusat media interaktif atau &lt;em&gt;interactive media center &lt;/em&gt;(IMC), di mana kita bisa pakai komputer-komputer dengan software desain grafis dan software editing audio visual gratis, pinjam alat-alat multimedia, mulai dari kamera digital sampai camcorder gratis, dan ngeprint warna dengan resolusi yang bagus dalam ukuran sampai A0... tapi yang ini ngga gratis. :p IMC ini memberikan kursus dan workshop gratis buat mahasiswa dan staf universitas yan berminat untuk belajar fotografi digital, desain grafis, editing video, dan web design. Saat ngga bertabrakan dengan jadwal kuliah aku selalu berusaha ikut kursus-kursus itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kartu mahasiswa SUNY memiliki beragam fungsi. Dengan kartu ini aku bisa naik bis No. 10, 11 dan 12 gratis (tiga rute bis ini melewati kampus SUNY). Selain itu kartu ini berfungsi sebagai kartu perpustakaan, dan bila kita isi kreditnya, kartu ini bisa kita pakai buat beli makanan dan minuman di vending machine. Sebagai mahasiswa pasca sarjana aku juga bisa ngeprint dan fotokopi gratis di kantor &lt;em&gt;Graduate Student Organization &lt;/em&gt;(GSO), maksimal 100 halaman per minggu. Di kantor GSO ini juga ada snack dan minuman gratis. Ada kopi, teh, air putih dan (kadang-kadang banget), coke. Yuhuu.. yang gretong-gretong memang enak... :p &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tiap hari Kamis di kampusku ada tradisi "&lt;em&gt;Danes After Dark&lt;/em&gt;", acara seru-seruannya anak-anak undergraduate, mulai dari pemutaran film gratis, game gratis di campus center, sampai lomba nyanyi &lt;em&gt;Danes Idol&lt;/em&gt;. Film yang diputar lumayan bagus, di teater yang muat sampai 150 orang penonton. Selain itu ada banyak lagi klub-klub kegiatan mahasiswa, mulai dari Asosiasi Mahasiswa Muslim, Kelompok Creative Writing, sampai... Klub Tari Perut! (dan aku ikut tiga-tiganya... :p)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ok, itu bagian asiknya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang, bicara serius nih, soal kuliah. Semester ini aku mengambil 12 kredit yang terbagi dalam 4 kelas. Aku belajar di jurusan komunikasi politik, di mana aku juga bisa mengambil mata kuliah pilihan dari jurusan komunikasi antar budaya dan komunikasi organisasi. Aku juga bisa mengambil mata kuliah dari department lain, selama masih berhubungan dengan fokus studiku. Rencananya sih untuk semester depan aku akan ambil kelas di department psikologi, karena aku suka banget belajar tentang "&lt;em&gt;Message Design and Social Influence&lt;/em&gt;" (kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia jadi terdengar aneh: Rancangan Pesan dan Pengaruh Sosial...?), di mana aku belajar "memainkan" pikiran, perasaan, dan kepercayaan orang, untuk mencapai tujuan tindakan persuasi. Uuuhhh.. seru...&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di semester ini aku belajar dasar-dasar komunikasi politik, persuasi, audit komunikasi dan metodologi penelitian. Aku kuliah setiap hari dari Senin sampai Kamis, jam 5.45 sore sampai jam 8.35 malam. Metode pengajaran di sini sangat berbeda dengan saat aku kuliah S1 di Indonesia dulu. Proses belajar-mengajarnya sangat interaktif, di mana untuk setiap mata kuliah kita selalu dapat tugas untuk membaca makalah ilmiah atau buku, yang nantinya akan kita diskusikan di kelas. Dalam seminggu total paling ngga ada sekitar 400-500 halaman yang harus kita baca, lalu kita rangkum atau kita analisa, dan kita diskusikan di kelas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Meski score TOEFLku di atas 600, ternyata masih ngga mudah untuk bisa aktif dalam diskusi kelas, karena beberapa alasan: &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;, aku memandang dunia dengan "mata" yang berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasku. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, pengalaman hidupku, yang berhubungan dengan sistem demokrasi misalnya, sangat berbeda dengan pengalaman hidup teman-teman Amerikaku. Ditambah lagi kenyataan bahwa aku mengkonsumsi produk budaya yang berbeda dengan mereka - di mana di Indonesia aku sangat familiar dengan "Republik BBM" atau "Democrazy"-nya Metro TV, dan teman-temanku sangat familiar dengan Saturday Night Live, misalnya, sudah membuatku agak kewalahan, misalnya, untuk terlibat dalam pembicaraan yang menyentuh topik pengetahuan politik. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, mereka bicara dalam bahasa Inggris yang kaya ekspresi - beda dengan gaya bicaraku, yang terlahir dari pemahaman tentang grammar, namun belum cukup kaya dengan ekspresi yang sama, mengingat selama ini aku berpikir dalam kerangka budaya yang berbeda. Keempat, pengetahuanku tentang politik masih belum cukup kalau dibandingkan dengan teman-teman sekelasku yang rata-rata lulusan dari jurusan Ilmu Politik.... lha wong aku ini lulusan jurusan linguistik &lt;em&gt;je&lt;/em&gt;... :) &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski begitu, aku suka metode belajar-mengajar di sini. Aku merasa, pemahamanku tentang berbagai masalah menjadi lebih kuat, aku bisa melihat hubungan-hubungan teori dengan masalah yang ada, dan aku bisa memahami apa yang kulakukan selama ini dalam delapan tahun karirku di bidang komunikasi dengan kedalaman pikir yang membantuku melihat apa yang membuat aku gagal dan berhasil...&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku juga suka gaya santai a la Amerika, dimana kita bisa berdandan seperti apapun yang kita mau, makan di kelas, tapi juga sangat konsisten menjaga kualitas diskusi dan hasil kerja akademik yang kita tampilkan. Di sini aku belajar bahwa apa yang ada dalam kepala kita lebih penting daripada apa yang melekat dan tampil di badan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski begitu, di awal-awal semester aku sempat cukup stress. Rasanya aku seperti "bunuh diri", nekat banget masuk ke jurusan yang sangat jauh menyimpang dari pengalaman akademikku selama ini. Tapi gimana lagi, aku percaya bahwa aku ada dan dimasukkan di sini karena Tuhan, dan dosen waliku yakin bahwa ini penting buatku, dan bahwa aku bisa mengatasinya. :) Ini &lt;em&gt;"point of no return", &lt;/em&gt;titik di mana aku ngga bisa berbalik lagi. PIlihan satu-satunya adalah jalan terus dan belajar sambil jalan ke depan. Yang bisa kulakukan adalah bertahan, dan berusaha sebaik-baiknya. Toh, selama ini pekerjaanku banyak berhubungan dengan dunia politik, dan mimpi terpendamku adalah belajar di FISIP.. hehehe...&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nilai-nilai untuk tugas dasar-dasar komunikasi politikku sempat sangat fluktuatif, melonjak-lonjak kaya harga saham di musim krisis ini, dari 8, lalu 7, lalu 8, lalu 10, lalu 9, 9, 9, 9, dan ketika buku yang harus kubaca terasa njlimet, nilaiku anjlok lagi jadi 7 :D, tapi alhamdulillah kok, kalau dirata-rata, aku hampir mencapai skor 9, alias A- atau mungkin B+. Untuk kelas Message Design, aku bisa bertahan di A-, dan untuk audit komunikasi, dalam semester ini kami melakukan audit beneran di &lt;em&gt;Department of Motor Vehicle &lt;/em&gt;atau DMV, dan minggu depan kami akan memaparkan hasil audit itu di depan para managernya. Seru! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak sesama teman &lt;em&gt;Fulbrighters &lt;/em&gt;(Fulbrighters = para penerima beasiswa Fulbright) yang merasa memiliki kewajiban untuk mendapat nilai A dalam semua mata kuliah. Semua aku juga begitu, tapi aku sadar diri, bahwa di semester pertama ini, dengan segala beban adaptasi, aku ngga boleh mematok target yang bisa bikin aku semakin depresi. Insya Allah, semester depan, baru deh, aku pasang target yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kuliah di luar negeri ngga seindah yang dibayangkan loh... Aku benar-benar merasakan kerja keras untuk jadi mahasiswa yang baik di sini. Hari-hari terlewat sangat cepat, saat aku harus bergadang malam-malam buat menulis &lt;em&gt;response papers&lt;/em&gt;, bangun pagi-pagi lagi, berusaha menyelesaikan bacaan, lalu kerja kelompok.... Untung selama ini aku suka menulis dan membaca, jadi aku ngga merasa kewalahan buat melakukan ini. Jadi teman-teman blogger, ternyata kebiasaan nge-blog itu sangat membatu kita saat harus kuliah di Amerika! :D&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena beratnya beban kuliah, kebanyakan teman sekelasku cuma ambil dua atau tiga kelas dalam seminggu. Kuliah di luar negeri juga ngga serta merta bikin kita jadi manusia super pintar yang bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Tanpa kemauan atau kemampuan buat menyesuaikan dengan "dunia nyata" di luar dunia akademik, hasil kuliahku ngga akan bermanfaat. Apa yang diajarkan di kampus bukanlah apa yang menentukan "akan jadi apa" kita nanti, tapi "belajar di perguruan tinggi adalah jalan buat mendewasakan pikiran. Yang paling penting bukanlah pelajaran apa yang kita pelajari, tapi bagaimana kita membangun kemampuan berpikir, logika, dan mendalami apapun yang menjadi minat kita dengan "mata" yang lebih tajam." Menurutku sih manfaat terbesar kuliah di luar negeri adalah kesempatan untuk hidup dalam budaya yang berbeda, yang akan membantuku membangun perspektif yang lebih luas tentang berbagai masalah yang mungkin akan kuhadapi saat aku kembali bekerja lagi nanti.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ngga terasa, dua minggu lagi semester ini akan berakhir. Aku masih punya empat PR yang harus dikumpulkan, dan satu ujian akhir. Jalan masih panjang, dan masih banyak yang ingin aku pelajari di sini. 2010 nanti, saat aku lulus, aku ingin menengok ke belakang dan berkata: &lt;strong&gt;"aku belajar banyak hal bermanfaat di sini...."&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SS056BwKBVI/AAAAAAAAAbs/7oWgq0AhSTY/s1600-h/DSC_5254.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272934407786333522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 276px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SS056BwKBVI/AAAAAAAAAbs/7oWgq0AhSTY/s400/DSC_5254.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; piknik akhir pekan di rumah dosen waliku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;*FOUNTAIN DAY &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ini adalah tradisi tahunan SUNY Albany untuk menyambut datangnya musim semi. Di kampusku ada dua air mancur besar, yang dinyalakan mulai bulan april hingga akhir musim gugur di bulan Oktober. Air mancur terbesar ada di tengah-tengah kompleks kampus. Saat musim semi tiba air mancur ini mulai dihidupkan, mahasiswa berpesata, dan beginilah suasananya... &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_SP1ALXXbvA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_SP1ALXXbvA&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-6473164581092170503?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/6473164581092170503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=6473164581092170503' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6473164581092170503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6473164581092170503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/11/kuliah-di-sini.html' title='Kuliah di Sini...'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SS06C_PxeKI/AAAAAAAAAb0/A4iJnb0xfI8/s72-c/DSC_5387.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-1553626451891462154</id><published>2008-11-24T00:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T19:08:41.054-08:00</updated><title type='text'>Hari Ini, Albany Dingin Sekali....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SSpoUFiQolI/AAAAAAAAAbk/1G8SsxFSB8g/s1600-h/DSC_6918.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272141008083133010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SSpoUFiQolI/AAAAAAAAAbk/1G8SsxFSB8g/s400/DSC_6918.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Balaikota Albany, November 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Albany dingin sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca berubah, dan dalam seminggu terakhir ini udara malam di Albany selalu di bawah minus lima derajat Celcius. Pohon-pohon sudah meranggas. Musim apel, pir, berry juga sudah lewat. Yang tersisa cuma daun-daun kering yang terserak di tanah dan ranting-ranting meranggas di antara coklatnya warna tanah yang diselimuti rumput kering. Sudah tiga kali salju turun di Albany, mendung menggantung hampir setiap hari, burung gagak bersahutan di ujung ranting-ranting yang kering, dan semua memberi perasaan yang sama: sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari ini aku dilanda perasaan aneh. Pengen nangis terus menerus tanpa sebab yang cukup jelas. Aku ngga punya masalah sama sekali. Kehidupan sosialku menyenangkan, dengan teman-teman baru yang baik dan seru, nilai-nilaiku alhamdulillah cukup baik, semua kebutuhanku tercukupi, dan aku tahu, aku bahagia. Tapi tetap saja, perasaan aneh itu melingkupi, dan tanpa sebab yang jelas, aku bisa berjam-jam menangis tanpa henti, cuma karena sepotong lirik lagu, atau karena membaca nukilan kalimat dari e-mail Jiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku melewatkan waktu menjelajah halaman-halaman Facebook teman-temanku, dan di FB-nya "B", aku menemukan bahwa dia mengalami hal yang sama. Dia menyebutnya WWD: &lt;em&gt;Warsaw Winter Depression&lt;/em&gt;, alias "depresi musim dingin Warsawa" (yak, Mas B ini kerja dan tinggal di Warsaw, Polandia). Jadi kayanya aku bisa bilang kalau saat ini aku lagi mengalami AWD: Albany Winter Depression yak?. Oiya, dia juga menyebut "penyakit" ini sebagai &lt;em&gt;"seaosnal affective disorder" alias "&lt;/em&gt;kelainan afeksi musiman"... hehe... si B bisa ajah! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ketawa, ketawa lega karena aku akhirnya tahu, kondisi aneh inilah yang jauh-jauh hari sudah diwanti-wantikan beberapa temanku. Mereka sudah bilang bahwa, &lt;em&gt;"Musim dingin bikin kita merasa depresi", &lt;/em&gt;bahkan, &lt;em&gt;"Angka perceraian dan kematian karena bunuh diri meningkat saat musim dingin..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iiiihh... serem! Lalu, dengan enam bulan musim dingin di Albany, apa yang bakal terjadi? Di bulan Januari nanti musim dingin lebih kejam lagi. Kata teman-teman, suhu di Albany bisa ngedrop sampai &lt;strong&gt;MINUS &lt;/strong&gt;25 derajat Celcius! MINUS 25 saudara-saudara... minuuusss... Uhhhh.... &lt;em&gt;piye iki&lt;/em&gt;? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba memahami kenapa musim dingin bikin kita merasa depresi. Mungkin karena di musim dingin ngga ada &lt;em&gt;&lt;strong&gt;aura &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;kehidupan ya? Pohon-pohon dan bunga-bunga yang memberikan warna sudah kering dan meranggas, meninggalkan aura kematian yang melingkupi seluruh penjuru mata angin. Mungkin saat meranggas pohon-pohon itu ngga banyak memproduksi oksigen, dan, tanpa oksigen, bukanlah &lt;em&gt;'hil yang mustahal' &lt;/em&gt;kalau otak kita jadi ngga bisa bekerja maksimal seperti saat musim semi atau musim panas. Ditambah dengan kelabunya mendung, udara yang membekukan, angin dingin... rasanya agak susah untuk membangun mood bahagia. Masuk akal ngga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat saat salju turun pertama kali di sini bulan Oktober lalu. Aku berjalan di dekat Campus Center dan mendengar ada cewek yang mengeluh, &lt;em&gt;"ooohhh nooo... snow in October? It's so DEPRESSING!" &lt;/em&gt;("Ohhh...tidaaakkk... salju di bulan Oktober?? Bener-bener bikin depresi!"). Saat itu aku berpikir, cewek itu ngga bersyukur banget. Orang-orang di California sampai mimpi-mimpi pengen lihat salju kok dia malah mengeluh. Tapi setelah sebulan dilingkupi mendung tanpa henti, aku benar-benar paham perasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah kangen hijaunya daun-daun, warna-warni bunga, hangatnya matahari dan kicauan burung-burung mungil di depan jendelaku.... &lt;strong&gt;Kangen berat&lt;/strong&gt;! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Huhuhuhuhuhu... &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(*halaahh... tuh kan,nangis lagi?* hehehe...) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-1553626451891462154?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/1553626451891462154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=1553626451891462154' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1553626451891462154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1553626451891462154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/11/hari-ini-albany-dingin-sekali.html' title='Hari Ini, Albany Dingin Sekali....'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SSpoUFiQolI/AAAAAAAAAbk/1G8SsxFSB8g/s72-c/DSC_6918.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-583819282404824934</id><published>2008-10-25T23:44:00.001-07:00</published><updated>2008-11-11T00:57:21.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>20 Jam di New York City</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Akhirnya, minggu lalu aku sampai juga ke New York City! :)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk selanjutnya, New York City kusingkat sebagai NYC ya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah bagian dari perjalananku ke Mountain Lakes di New Jersey (NJ) untuk mengikuti United Nations Weekend atau Akhir Pekan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama para diplomat PBB dan mahasiswa internasional dari 15 negara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku "terpaksa" menginap di NYC karena briefing pra-keberangkatan ke NJ dijadwalkan berlangsung hari Sabtu, jam 10.45 pagi, di Port Authority, terminal bus terbesar di NYC. Jelas tidak mungkin aku sampai ke sana tepat waktu, karena bus paling pagi dari Albany ke NYC berangkat jam 8 pagi dan tiba di Times Square jam 11 siang. Pilihan satu-satunya adalah berangkat dari Albany hari Jumat dan menginap di NYC semalam... dan ternyata, itu adalah pilihan yang super seru! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai mahasiswa dengan jatah bulanan pas-pasan, setiap dollar yang kukeluarkan untuk biaya perjalanan harus kuhitung seperti cara bibi Titi Teliti-nya Bobo menelusuri setiap detil. Pertama, untuk pilihan sarana transportasi. Ada empat macam sarana transportasi umum yang melayani jalur Albany - NYC. Kereta dengan Amtrax, rental mobil yang merupakan bisnis mahasiswa keturunan Cina di kampusku, dan bis, Greyhound atau Double Happiness. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku memilih yang terakhir, karena itulah yang termurah: $ 50 pulang-pergi, dibandingkan rental yang mematok harga $80, Greyhound $90 atau kereta, yang semua orang bilang, "jangan deh!" :D. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari Rabu malam aku mulai gerilya di internet. Beli tiket bis &lt;a href="http://www.aabus.com/"&gt;http://www.aabus.com/&lt;/a&gt;, cari hostel murah, mulai dari YMCA sampai akhirnya aku jatuh cinta pada hostel Jazz on the City yang kutemukan lewat &lt;a href="http://www.hostelworld.com./"&gt;http://www.hostelworld.com./&lt;/a&gt; Adrenalinku sudah mulai terpacu saat membandingkan review masing-masing hostel, melihat lokasi, memilih harga... Yaayyyy!!! Aku traveling lagi! Setelah terakhir ber-backpack ria ke Bangkok dan KL, sekarang aku akan ber-backpack ke ibukota dunia! Seneng deh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku memilih Jazz on the City karena dekat dengan stasiun Subway. Sebagai traveler irit ini sangat penting buat menjamin kelangsungan program jalan-jalan... Selain itu, hostel ini cuma tiga blok dari Central Park, taman kota paling terkenal di dunia karena jadi tempat ditembaknya John Lennon, tempat ambruknya Bob Marley - yang akhirnya dirawat di rumah sakit sampai saat dia meninggal, sampai buat setting shooting Sex and the City dimana Carrie kecemplung di kolam... :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ok. Sekarang semua beres. Hari Kamis malam sepulang kuliah aku sibuk download petunjuk jalan versi Google Map dan packing, dan Jumat paginya aku berangkat. Aku bobo di sepanjang perjalanan, setelah begadang semalaman. Saat aku membuka mata, bus yang kutumpangi sedang terjebak macet di jalur periferi NYC, dan nun di sebalah kananku aku bisa melihat Empire State Building, gedung tertinggi di dunia di era 1930-an. Aku mulai merasakan aura kota besar. Sekilas aku merasakan sensasi yang selalu kurasakan saat memasuki Tokyo. Serasa hidup dan bersemangat lagi, setelah 2 bulan ini aku benar-benar bosan di Albany!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bis Double Happiness dijalankan oleh pengusaha Cina-Amerika. Jangan harap bisa mendapat penjelasan dengan sejelas-jelasnya dari Pak Sopir, karena dia cuma fasih berbahasa Mandarin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gara-gara ini juga aku kebablasan. Harusnya aku turun di 34th Street dan Broadway, di depan Macy's, tapi gara-gara semua instruksinya pakai bahasa Mandarin, aku jadi bablaaaasss... sampai ke 133th Street: NYC Chinatown! :)) Saat itu sudah jam 11.30.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena nyasar, SEMUA peta yang kudownload dari Google Map jadi mubazir. Hehehe... kasihan yah? Sekarang aku cuma tahu kalau aku cari kereta bawah tanah yang menuju ke W 96th Station. Gawat. Semua orang yang kutanyai saat aku turun dari bis ngga ngerti bahasa Inggris! Aku merasa surreal. Di sekitarku ngga ada orang kulit putih atau hitam. Semuanya berwajah oriental, semuanya tidak berbahasa Inggris, dan jalan-jalan penuh orang lalu lalang, yang ngga peduli rambu lalu lintas - menyeberang seenaknya. Aku ngga merasa seperti di Amerika!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat aku yang sibuk tanya sana-sini tanpa hasil, ada dua penumpang yang sama-sama naik dari Albany yang langsung menghampiriku. Ternyata mereka sama-sama mahasiswa SUNY. Ah. Pahlawan memang bisa datang kapan saja! Mereka membantuku bertanya, dalam bahasa Mandarin, dan sesekali beralih ke Bahasa Kanton, kepada orang-orang di jalan (sambil sesekali nyeletuk bahwa mereka merasa seperti di Peking :D), sampai kami menemukan stasiun Subway di Canal Street. Semuanya bilang, ada kereta nomor 6 menuju ke 96th Street. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata perjuangan belum berakhir. Kereta no. 6 berhenti di E 96th Street, sementara aku seharusnya turun di W 96th Street. Apakah ini masalah besar? ternyata IYA. Aku baru tahu apa maksud W dan E itu. W adalah West dan E adalah East, dan kedua jalur itu dipisahkan oleh Central Park... yang luar biasa gedenya! Ayayayayyyy....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku berjalan di sepanjang Upper Manhattan, bertanya setidaknya pada 3 orang, dan aku sadar bahwa orang-orang yang kutemui sangat hangat dan ramah, sekaligus "berkelas". Bedaaaa banget sama Albany. Bentuk bangunannya, keramahan orang-orangnya, dan stylish-nya dandanan orang-orang di sana membuatku merasa seperti kembali ke Paris. Sebetulnya aku bisa naik bis. Tapi hari itu cerah sekali, dan aku ingin berjalan di Central Park. Baiklah, akhirnya dengan ransel Fulbright, tas kuning besar dan sepatu boots-ku, aku pun akhirnya berjalan 45 menit (!) melintasi Central Park dengan pohon-pohon besar, tupai-tupai kecil, para manula yang sedang jalan-jalan, dan para pelatih anjing ras yang sibuk ber-dogwalking ria di sana....&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQT2m70VhI/AAAAAAAAAWM/Wq2Twoz9Cmc/s1600-h/DSC_6137.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261352093560886802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQT2m70VhI/AAAAAAAAAWM/Wq2Twoz9Cmc/s400/DSC_6137.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gedung-Gedung Upper West Side Manhattan, tampak dari Central Park&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 1.30 siang aku sampai di Jazz on the City. Hotelnya warna-warni, dekorasinya funky, resepsionisnya ramah, tapi aku baru bisa check in jam 3 sore. Aku bisa menunggu di lounge yang ada di lantai 6... dan hotel ini ngga punya lift. Lantai 6 adalah atap gedung itu. Di sana ada kursi-kursi tempat para backpacker ngobrol, dengan dinding ber-grafitti seperti ini....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTw-UljGI/AAAAAAAAAWE/eaDbJaL2kvI/s1600-h/DSC_6143.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351996759575650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTw-UljGI/AAAAAAAAAWE/eaDbJaL2kvI/s400/DSC_6143.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p&gt;Aku menginap di mixed room, alias kamar campuran cowok dan cewek, dengan 8 kasur tingkat alias bunk bed dalam satu kamar. Menjelang akhir pekan agak susah mencari penginapan di NYC. Semua kamar di YMCA sudah penuh saat aku lihat di hari Rabu. Kamar di Jazz ini pun satu-satunya yang tersisa dari semua kamar yang ada!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk akomodasi seperti ini biayanya $ 37.5. Bandingkan dengan harga hotel di Indonesia... Aku jadi pengen cepet-cepet pulang dan menginap di Puri Cendana di Seminyak, Bali. Dengan $30 di sana aku sudah dapat &lt;em&gt;cottage&lt;/em&gt;! Siang itu aku tamu pertama yang check in. Kamarnya bersih, dan cleaning servicenya ramah. Hmmm... menyenangkan...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lokasi Jazz betul-betul bagus. Banyak resto dan toko 24 jam di sekitarnya, tapi lingkungannya tetap bersih dan ramah. Aku makan siang di resto Thailand di dekat Jazz, duduk di dekat jendela, dan mulai sadar, di NYC ini banyak "pemandangan indah".. hehe.. &lt;em&gt;you know, those good looking guys&lt;/em&gt;... yaayy, me! ;-)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sembari makan aku mulai buka-buka peta NYC dan peta Subway yang kuambil dari Jazz hostel. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oiya, seperti halnya di kota-kota besar dunia lainnya, petanya gratis loh! Selain itu ada kartu-kartu diskon yang dipajang di dekat tangga. Dengan menunjukkan kartu-kartu diskon ini kita bisa dapat potongan $3-5 untuk atraksi atau paket tur tertentu. Aku mengambil beberapa, untuk naik water taxi dan nonton pertunjukan Broadway. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk kali ini, karena ngga punya banyak waktu, aku cuma pengen melihat patung Liberty, ground zero tragedi 9/11, Times Square dan Wall Street. Sayangnya stasiun subway di dekat ex WTC sedang ditutup. Aku jadi langsung menuju Wall Street, jalan yang lagi rame-ramenya dibicarakan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTrEsCI1I/AAAAAAAAAV8/7_CdCSoqOFM/s1600-h/DSC_6157.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351895389315922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTrEsCI1I/AAAAAAAAAV8/7_CdCSoqOFM/s400/DSC_6157.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Di Wall Street ternyata ada Trump Tower, yang jadi lokasi shooting the Apprentice. Aku sampai di Wall Street sekitar jam 5 sore. Banyak "pemandangan" lagi, para eksekutif muda dengan jas berpotongan bagus ada di mana-mana.. :"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku memang melewati Wall Street untuk menuju South Ferry terminal. Di hilir sungai Hudson dan menghadap Samudra Atlantik, pemandangan sore itu indah sekali. Ada counter water taxi di sana, dimana kita bisa ikut tur 90 menitan menuju ke Pulau Ellis dan Patung Liberty. Dengan kartu diskon dari Jazz aku bisa hemat $5, dari $ 25 jadi $ 20. Lumayan kan? Sayangnya water taxi yang ada tinggal yang berangkat untuk sunset tour, jam 7 malam. Ya sud-lah, daripada ngga kesampaian. Di udara tampak helikopter-helikopter yang melayani tur udara NYC. Mungkin lain kali aku juga mau naik itu. Sayangnya mahal. Untuk tur 15 menit biayanya mulai dari $ 110. Hiks...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dermaga itu juga ada museum kelautan. Ini fotonya, kapal kuno dan gedung-gedung Wall Street di belakangnya... (horeeee.. akhirnya ada juga turis baik hati yang bantu motretin! mukaku agak capek, lupa senyum setelah agak bersusah payah ngajarin gimana pakai Nikon D40x-ku...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTi5CawmI/AAAAAAAAAV0/pTEWMHAMFrY/s1600-h/DSC_6191.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351754823025250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTi5CawmI/AAAAAAAAAV0/pTEWMHAMFrY/s400/DSC_6191.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan ini pemandangan (kalau ngga salah) Brooklyn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTa2osJtI/AAAAAAAAAVs/EQDdLnDfuLQ/s1600-h/DSC_6170.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351616739288786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTa2osJtI/AAAAAAAAAVs/EQDdLnDfuLQ/s400/DSC_6170.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Brooklyn, dari kejauhan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kafe di dermaga, dan gedung-gedung yang terpapar matahari sore...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTKiL_74I/AAAAAAAAAVc/l8-yZ7J8xrE/s1600-h/DSC_6196.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351336372334466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTKiL_74I/AAAAAAAAAVc/l8-yZ7J8xrE/s400/DSC_6196.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Dermaga South Ferry&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ini dia water taxinya! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTEuemXpI/AAAAAAAAAVU/SLmJ1NcbxDU/s1600-h/DSC_6208.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351236592361106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQTEuemXpI/AAAAAAAAAVU/SLmJ1NcbxDU/s400/DSC_6208.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQS6w2rlKI/AAAAAAAAAVM/4iBSyS2jgI8/s1600-h/DSC_6219.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261351065431544994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQS6w2rlKI/AAAAAAAAAVM/4iBSyS2jgI8/s400/DSC_6219.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini salah satu kapal di museum maritim, dengan latar gedung-gedung Wall Street saat sudah malam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Hari sudah gelap dan dingin saat tur dimulai. Mungkin mereka lupa kalau ini sudah musim gugur, jadi sunsetnya sudah menghilang sejak jam 6 sore! Ngelesnya sih mereka bilang, "ini twilight tour, ladies and gentlemen!". Halaahhhh... Tour guidenya menjelaskan apa yang kita lihat di sepanjang perjalanan, tentang Manhattan, sejarah NYC, gedung-gedung penting, pulau Ellis, rumah sakit yang dibangun di pulau-pulau kecil di luar NYC, sejarah patung Liberty... Oiya, ngomong-ngomong, dulunya New York itu dinamai New Amsterdam, karena pertama-tama yang membangun adalah misi dagang Belanda. Belande-Belande itu membeli tanah dari orang Indian yang tinggal di Manhattan dengan harga sangat murah. Manhattan sendiri berasal dari bahasa Indian, yang berarti "tanah berbukit-bukit". Memang sih, jalan di wilayan Manhattan agak naik-turun gitu... termasuk di Central Park. Setelah diambil alih oleh Inggris, namanya berubah jadi New York. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hiks... karena gelap, akhirnya susaaaaahhh banget motret. Apalagi ferry (a.k.a. water taxi itu...) -nya goyang-goyang terkena ombak. Tapi bener-bener, pemandangan sepanjang perjalanan itu luar biasa. Apalagi sedang terang bulan. Di kepalaku aku jadi ingat theme song-nya Arthur, yang menang sebagai the best original soundtrack di Academy Award 1982 (atau 1983 ya?) &lt;em&gt;"....When you wake up between the moon and New York City... the best thing you can do is fall in love..." &lt;/em&gt;ouh...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku jadi kepikiran, kayanya romantis juga bulan madu di NYC. Tapi sama siapa yah? hehehe :p&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diantara goyangan ferry, ini hasil foto TERBAIKKU. Gedung berwarna ungu itu adalah Empire State Building. Foto Liberty gagal total, meski sudah nge-set ke auto ISO di kameraku. Ya wes lah...&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQS0MYiQZI/AAAAAAAAAVE/2VJDSWxlXBw/s1600-h/DSC_6333.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261350952562213266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQS0MYiQZI/AAAAAAAAAVE/2VJDSWxlXBw/s400/DSC_6333.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di atas ferry aku ketemu keluarga dari Philippines. Putrinya, Jovi, ternyata sempat dua minggu bekerja di Aceh, lalu setahun bekerja di Nias pasca gempa dan tsunami. Dunia ini jadi sempit ya, kalau kita kerja di lembaga internasional... :) Aku jadi ingat Aceh, sedikit mundur lagi, ingat Tokyo, lalu ingat Paris... dan rasanya aneh, hari itu aku berada di kota besar dunia lainnya. New York.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat melewati Mabes PBB, aku bikin janji pada diriku sendiri. Rasanya aku bersyukur banget, menyadari bahwa aku belum 30 tahun, tapi Allah sudah memberiku banyak hadiah luarbiasa. Aneh rasanya membayangkan, kalau aku yang dari keluarga seadanya ini bisa ada di ferry itu, memandang langit Manhattan, dan tadi sore berjalan di antara gedung-gedung besar itu sendirian tanpa merasa takut, merasa sangat terbiasa dengan peta, jalur-jalur subway, memahami semua pembicaraan dalam bahasa Inggris, dan insya Allah, dua tahun lagi lulus dari salah satu universitas terbaik di Amerika... belajar komunikasi politik dan media; hal yang benar-benar jadi spesialisasi Amerika...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillaah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi perjalanan hari itu belum berakhir. Aku masih ingin ke Times Square, merasakan "The City that Never Sleep" (mengutip Opa Frank Sinatra :p). Dan ini hasil fotonya.. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSnqk7e1I/AAAAAAAAAU8/tyeNtC0vh_Q/s1600-h/DSC_6654.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261350737328962386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSnqk7e1I/AAAAAAAAAU8/tyeNtC0vh_Q/s400/DSC_6654.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain NY Times, media besar lain, CNN dan MTV juga bermarkas di wilayah ini. Dari persimpangan Times Square aku memilih untuk ke musem Madamme Tussaud di Broadway, sekitar 200 meter dari stasiun Subway dan ini pemandangan Times Square dari dalam lift yang membawaku naik ke lantai atas museum....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSaYrc3qI/AAAAAAAAAU0/Lbq3ypHOviY/s1600-h/DSC_6390.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261350509186178722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSaYrc3qI/AAAAAAAAAU0/Lbq3ypHOviY/s400/DSC_6390.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semua sudah tahu kan, siapa Madamme Tussaud? Beliau mulai menciptakan patung-patung lilin yang meniru tokoh-tokoh dunia. Museum pertamanya dibuka di London, dan ternyata di NYC juga ada. Ini foto yang menurutku paling keren. Bill Clinton-nya mirip yah! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSORbAOUI/AAAAAAAAAUs/rH0xctF6ZX0/s1600-h/DSC_6448.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261350301079714114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQSORbAOUI/AAAAAAAAAUs/rH0xctF6ZX0/s400/DSC_6448.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku kembali ke hostel jam 1 malam. New York masih ramai sekali, seperti masih jam 6 sore. Aku merasa bisa, dan mau tinggal di kota ini. Rasanya energiku tersalurkan dalam sibuknya jalan, rasa artistikku tersalurkan di banyaknya museum dan gedung pertunjukan, semangat kosmopolitanku bertemu dengan manusia dari berbagai sudut dunia, idealismeku bertemu dengan megahnya gedung PBB, romatismeku bertemu dengan pemandangan malam yang indah dan dermaga sungai Hudson di South Ferry...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Paginya aku check out menuju New Jersey, dan aku tahu satu hal: Aku jatuh cinta pada New York City!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-583819282404824934?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/583819282404824934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=583819282404824934' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/583819282404824934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/583819282404824934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/20-jam-di-new-york-city.html' title='20 Jam di New York City'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQQT2m70VhI/AAAAAAAAAWM/Wq2Twoz9Cmc/s72-c/DSC_6137.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-7224357214551354892</id><published>2008-10-22T22:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T01:57:28.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-Jalan'/><title type='text'>Musim Gugur di Catskill</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQTcYTweI/AAAAAAAAAT8/AcV4WrrIis8/s1600-h/DSC_5993.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260222290990449122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQTcYTweI/AAAAAAAAAT8/AcV4WrrIis8/s400/DSC_5993.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jalur Trekking diwilayah Catskill&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQL2RqmlI/AAAAAAAAAT0/tgqpwda3yMY/s1600-h/DSC_6087.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260222160502954578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQL2RqmlI/AAAAAAAAAT0/tgqpwda3yMY/s400/DSC_6087.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kanopi hutan dan jalan setapak di Catskill&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQB9bs3ZI/AAAAAAAAATs/mOjsXMiADII/s1600-h/DSC_5983.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221990625402258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQB9bs3ZI/AAAAAAAAATs/mOjsXMiADII/s400/DSC_5983.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;air terjun yang jernih....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAP33zVShI/AAAAAAAAATk/ktXWhfKDjyM/s1600-h/DSC_6025.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221817315215890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAP33zVShI/AAAAAAAAATk/ktXWhfKDjyM/s400/DSC_6025.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;danau yang bening...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPhQnIsjI/AAAAAAAAATc/4kB0cGI2QJY/s1600-h/DSC_6100.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221428837954098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPhQnIsjI/AAAAAAAAATc/4kB0cGI2QJY/s400/DSC_6100.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;North Lake, danau di sebelah utara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPZ5RL6DI/AAAAAAAAATU/153W-DRwwfQ/s1600-h/DSC_6013.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221302312790066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPZ5RL6DI/AAAAAAAAATU/153W-DRwwfQ/s400/DSC_6013.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sisi lain North Lake&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPSiHQGcI/AAAAAAAAATM/_DUJTMMIKgY/s1600-h/DSC_6009.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221175838022082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPSiHQGcI/AAAAAAAAATM/_DUJTMMIKgY/s400/DSC_6009.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bebek-bebek cakep... :)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPLVe8OuI/AAAAAAAAATE/DPD9ymg8ZwA/s1600-h/DSC_6080.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260221052188637922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAPLVe8OuI/AAAAAAAAATE/DPD9ymg8ZwA/s400/DSC_6080.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"folliage", warna-warni daun musim gugur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Setelah Columbus Day, aku jalan-jalan lagi. Negara Bagian New York terkenal dengan musim gugurnya yang indah, dan rasanya sayang kalau aku menolak ajakan Vini untuk jalan-jalan ke Taman Nasional Catskill, yang cuma 1.5 jam perjalanan dari Albany, untuk melihat "&lt;em&gt;folliage&lt;/em&gt;", warna-warni daun musim gugur di sana.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 10.30 pagi, aku bersama "pasukan" dari Department of Business Administration yang terdiri dari Vini dan Toyyin, teman serumahnya, dan Nisrin, sudah siap meninggalkan Albany. Perjalanan yang seru, karena Toyyin yang dari Nigeria dan Nisrin yang dari Romania kebetulan sama-sama mahasiswi muslim seperti aku. Obrolan kami melompat-lompat dari perbedaan budaya, pandangan tentang rasisme sampai urusan jodoh yang ternyata memang terasa lebih nyaman untuk dibicarakan dalam sudut pandang yang sama. Vini yang besar dalam keluarga Katolik Italia cukup sabar mendengarkan obrolan seru kami sembari sibuk menyetir. :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong soal nama, morphem &lt;em&gt;"-Kill"&lt;/em&gt; dalam nama Catskill ngga ada hubungannya dengan "kill" yang bermakna "membunuh" loh... Beberapa minggu yang lalu, saat memetik apel di Altamont, teman Amerika kami menjelaskan kalau -Kill yang menempel di banyak nama tempat di negara bagian New York ini berarti "sungai". Kata ini berasal dari bahasa Belanda, karena meski Amerika ditemukan oleh misi dagang Spanyol, warga Eropa yang pertama kali menduduki wilayah New York adalah para saudagar Belanda. Dulunya malah New York dinamai "New Amsterdam". Yah... sudah jauh-jauh dari Indonesia, ternyata ketemunya jejak sejarah Belanda juga.. :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemandangan sepanjang Rute US 9-W cukup enak dilihat. Daun-daun yang berganti warna, cuaca yang cerah, langit yang biru, dan bayangan akan jalur trekking membuat aku sangat bersemangat. Catskill National Park adalah taman nasional yang didirikan sejak tahun 1855 di wilayah pegunungan Catskill. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari hutan lindung, yang menaungi air terjun, tanaman-tanaman langka, batuan pasir, dan binatang liar seperti beruang dan ular rattle.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Uniknya, 60% wilayah Catskill adalah tanah milik perorangan dan hanya 40% sisanya adalah tanah milih negara. Meski demikian Undang-Undang Negara Bagian NY pada tahun 1894 telah menetapkan bahwa tanah seluas hampir 300,000 acres (kurang lebih 121.400 hektar) tersebut, meskipun merupakan milik pribadi, harus dipertahankan sebagai hutan tanaman liar yang tidak boleh disewakan, diperjual-belikan atau dipertukarkan, atau diambil alih oleh lembaga umum ataupun swasta, dan kayunya tidak boleh dijual, dipindahkan atau dirusak. Saat ini Catskill berfungsi sebagai tempat penampungan air tanah, tempat rekreasi serta tempat perlindungan ekologi. Hmmm... kapan ya, hutan di Indonesia bisa benar-benar dipertahankan dan dilindungi fungsinya seperti ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami melewatkan siang itu dengan trekking ke air terjun, lalu kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke North Lake, danau yang sangat-sangat jernih, yang berbatasan dengan South Lake. Jernihnya air danau itu memantulkan warna-warni daun musim gugur dan langit yang biru. Banyak keluarga yang menyewa kayak dan mendayung mengelilingi danau, menyewa sepeda gunung, atau sekedar berjalan mengelilingi danau seperti aku dan teman-temanku. Rasanya damai sekali, berjalan di tengah hutan, di bawah langit biru dan daun warna-warni, tanpa terganggu serpihan sampah. Aku jadi ingat saat trekking di Alur Manca, Saree, di Aceh Besar, bareng Linda, Jiji dan Colin. Berdekatan dengan alam selalu membuatku merasa bahagia! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku memasang lebih banyak koleksi foto dari trekking di Catskill di &lt;a href="http://aforasri-photo.blogspot.com/2008/10/autumn-in-catskill-ny-october-2008.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk informasi lebih lengkap tentang Catskill Park, teman-teman bisa klik di &lt;a href="http://www.catskillpark.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-7224357214551354892?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/7224357214551354892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=7224357214551354892' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/7224357214551354892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/7224357214551354892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/musim-gugur-di-catskill.html' title='Musim Gugur di Catskill'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAQTcYTweI/AAAAAAAAAT8/AcV4WrrIis8/s72-c/DSC_5993.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-6900842265958256763</id><published>2008-10-22T21:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T01:54:48.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Hari Columbus</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQALK6A4ntI/AAAAAAAAAS8/e_ekX6rKxOk/s1600-h/DSC_5808.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260216646768303826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQALK6A4ntI/AAAAAAAAAS8/e_ekX6rKxOk/s400/DSC_5808.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ayo tebak, warna balon-balon ini melambangkan warna bendera negara apa?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQALGEpgwwI/AAAAAAAAAS0/ba2oSFL5iTU/s1600-h/DSC_5824.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260216563723715330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 282px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQALGEpgwwI/AAAAAAAAAS0/ba2oSFL5iTU/s400/DSC_5824.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Apa hubungan Italia dengan Amerika?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(...dan perempuan Indonesia yang ada di depan 2 bendera itu?)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAK-ZABnUI/AAAAAAAAASs/NrJaja8Wnh8/s1600-h/DSC_5810.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260216431747898690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAK-ZABnUI/AAAAAAAAASs/NrJaja8Wnh8/s400/DSC_5810.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stand makanan yang digelar warga Albany keturunan Italia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAK5GOYYoI/AAAAAAAAASk/UKJo6PzoHn8/s1600-h/DSC_5813.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260216340808491650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAK5GOYYoI/AAAAAAAAASk/UKJo6PzoHn8/s400/DSC_5813.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Panggung di Plaza Washington Park&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAKyu_HWfI/AAAAAAAAASc/BNAzYPUbY0Q/s1600-h/DSC_5927.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260216231491230194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQAKyu_HWfI/AAAAAAAAASc/BNAzYPUbY0Q/s400/DSC_5927.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asyiknya nonton jazz dari podium yang penuh daun-daun musim gugur... :)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SP__F_6el2I/AAAAAAAAASU/9VJsLYSxbnE/s1600-h/DSC_5914.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260203368313165666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SP__F_6el2I/AAAAAAAAASU/9VJsLYSxbnE/s400/DSC_5914.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sore yang cerah! ^_^&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hai, sudah lama ya, aku ngga bercerita di halaman berbahasa Indonesianya A Buat Asri. :)&lt;/div&gt;Banyak sekali PR dan tugas kuliah!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski agak telat, aku pengen cerita tentang Columbus Day yang diperingati sepuluh hari yang lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahu kan, siapa Columbus?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dalam versi orang Eropa, Columbus ini pahlawan, karena dia menemukan benua Amerika, yang beberapa abad kemudian menjadi tanah harapan buat para imigran Eropa yang membangun mimpinya, dan menjadikan Amerika raksasa dunia sampai hari ini. Sementara dalam versi orang Indian, Columbus mungkin adalah orang yang paling dikutuk karena penemuan benua Amerika adalah cikal bakal segala kesusahan, dikriminasi dan penderitaan berabad-abad suku asli Amerika. Yah, seperti biasa, seorang pahlawan bisa jadi seorang penjahat buat pihak yang berlawanan kepentingan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anyway, di Amerika Serikat Columbus Day diperingati setiap tanggal 12 Oktober, menandai mendaratnya kapal dagang Castilian dari Spanyol untuk pertama kalinya di benua Amerika pada tahun 1492. Christopher Columbus sendiri sebenarnya adalah orang Italia yang bekerja untuk armada Spanyol itu, makanya saat Columbus Day kita bisa melihat warna-warni bendera Italia dalam karnaval.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 12 Oktober lalu cuaca di Albany cerah sekali. Aku jadi ngga betah tinggal di apartment kecilku. Rencananya sih aku mau berburu foto-foto musim gugur di Washington Park dan Central Avenue. Hari itu cuaca sangat hangat, setelah seminggu sebelumnya aku kedinginan tiap hari. Nyaman banget rasanya, bisa jalan-jalan pakai kaus tanpa lengan. (&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*kalau di Semarang pakai baju begini aku sudah habis disuit-suitin orang iseng!*&lt;/span&gt;) Ngga lama sebelum aku berangkat Vini, teman sesama mahasiswa internasional di SUNY Albany menelpon dan bilang kalau ada pawai Columbus Day. Dan dia menawari, "kalau kamu mau, aku bisa jemput..." Kebetulan apartment Vini cuma 3 menit naik mobil dari apartmentku. Yaayyy... lumayan, ada tebengan! :)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Albany, kota kecilku, Columbus Day diperingati dengan pawai dari pusat kota dan berakhir di Washington Park, taman kota terbesar di sini. Bendera Italia ada di mana-mana, ditambah balon-balon berwarna hijau, putih dan merah. Di plaza, atau area terbuka Washington Park digelar panggung besar yang menyajikan musik-musik jazz klasik atau lagu berbahasa Italia yang cukup dikenal. Hari itu aku baru tahu, bahwa lagu Volare yang kukenal dari Gypsy King ternyata bukan berbahasa Spanyol... tapi berbahasa Italia! Hehe... :"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak-anak sampai para manula berdansa di plaza saat lagu-lagu dengan beat yang asyik dimainkan. Ada Mack the Knife, L-O-V-E, Route 66... Hmmm... lalalalala....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sekitar panggung itu ada stand makanan Italia yang digelar Italian Benevolent Society, atau komunitas keturunan Italia di Albany. Bau masakannya... mmmhhhh... enaakkk... ada pasta, pizza, bruchetta... sayang kebanyakan memakai bahan-bahan non-halal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ngga sempat melihat pawainya, tapi menurut orang-orang sih pawai di Albany ngga pernah cukup menarik buat dilihat.... :D Tapi lagu-lagu yang dimainkan di panggung itu lumayan seru buat dinikmati sembari duduk di arena berkursi kayu yang sesekali dijatuhi daun-daun musim gugur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong soal budaya, sepertinya ide-ide peringatan hari besar di Amerika (kecuali peringatan tragedi 9/11) selalu ditandai dengan festival-festival seru, wajah-wajah bahagia, dan musik yang bagus. Satu hal lagi, meski Amerika sudah menjadi satu bangsa, warga di sini biasanya sangat bangga dengan garis keturunannya. Mereka ngga ragu-ragu bilang, "I'm an Irish" (Aku orang Irlandia) atau "I'm an Italian" (Aku orang Italia).. padahal mereka sudah generasi ke sekian yang sudah tinggal di Amerika. Baru ketika mereka ke luar Amerika, mereka akan bilang "I'm an American!". Mungkin seperti orang Indonesia ya, yang selalu bilang, "Aku wong Jawa", "Ambo urang awak", dan seterusnya, tapi selalu bilang, "Aku orang Indonesia" saat di luar negeri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apapun ceritanya, dan dari manapun asalnya, Columbus adalah sosok penting dalam sejarah multi-budaya Amerika. Luar biasa rasanya, membayangkan bahwa 6 abad lalu, saat peta dunia masih jauh dari sempurna, sudah ada seorang penjelajah yang berlayar begitu jauh dan memulai sejarah sebuah bangsa yang besar!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-6900842265958256763?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/6900842265958256763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=6900842265958256763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6900842265958256763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/6900842265958256763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/hari-columbus.html' title='Hari Columbus'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SQALK6A4ntI/AAAAAAAAAS8/e_ekX6rKxOk/s72-c/DSC_5808.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-578838216935547404</id><published>2008-10-05T23:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T10:17:42.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Albany'/><title type='text'>Idul Fitri di Albany</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmxAag8KDI/AAAAAAAAAK0/5ne_g_nZF3g/s1600-h/DSC_5517.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253925060979992626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmxAag8KDI/AAAAAAAAAK0/5ne_g_nZF3g/s400/DSC_5517.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p&gt;Pagi itu mendung sekali. Anehnya, udara cukup hangat, 12*C, setelah hari-hari sebelumnya Albany cukup menyiksa kulit Indonesiaku dengan suhu di bawah 10*C. Hari ini kebetulan kampusku libur. Sebetulnya bukan libur Idul Fitri sih, tapi libur Rosh Hasanah, hari rayanya Yahudi. Maklum, di negara bagian New York, komunitas Yahudi cukup banyak dan kuat, jadi hari-hari besar mereka dijadikan hari libur di sekolah-sekolah umum dan universitas. &lt;em&gt;State University of New York &lt;/em&gt;(SUNY), kampusku, kan universitas negeri, jadi ikutan libur. Aku sih merasa beruntung aja, karena teman-teman di negara bagian lain ada yang terpaksa bolos kuliah supaya bisa merayakan Idul Fitri. Jam 7 pagi aku dijemput Mbak Rika dan Mike, suaminya. Kami berangkat ke ICCD, &lt;em&gt;Islamic Center of the Capital District, Albany&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sini shalat Eid dibagi menjadi dua gelombang. Aku ngga tahu pasti apakah ini karena sempitnya ruangan di ICCD, atau karena ICCD merasa perlu memberi peluang buat jama'ah yang sulit datang pagi-pagi, yang jelas, shalat gelombang pertama dimulai jam 8 pagi dan gelombang kedua jam 9.30. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gedung ICCD terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan perpustakaan, tempat wudlu dan ruang shalat di lantai dasar dan lantai satu. Hiasan Idul Fitri dipasang di atas pintu, jendela, dan karena di sini ngga ada ketupat, begini deh hiasannya... pakai balon...hehehe... :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmw42tn-wI/AAAAAAAAAKs/jnyg8knKQbA/s1600-h/DSC_5498.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924931110435586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmw42tn-wI/AAAAAAAAAKs/jnyg8knKQbA/s400/DSC_5498.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Semoga Ibadah Puasamu Diterima..."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum shalat dimulai, jamaah bersama-sama membaca takbir. Takbirnya ngga "dilagukan" seperti cara kita bertakbir di Indonesia. Nadanya lempeng, seperti orang membaca, tapi cukup bikin terharu. Shaf pria dan wanita cuma dipisahkan pagar kayu pendek, setinggi kira-kira 50 cm. Rata-rata jamaah pria memakai ghamis atau jas, lengkap dengan dasinya, dan jamaah perempuan, tentu saja semuanya berkerudung, kebanyakan memakai tunik panjang, abaya, saree atau salwaar ghamis warna warni, dengan aksesoris rameee banget. Beberapa perempuan juga melukis tangannya dengan mehendi/ henna. Sepertinya kebanyakan jamaah ini berasal dari Bangladesh, atau Pakistan. Saking warna-warninya, aku merasa seperti berada di lokasi shooting film India! hehehe.... :D&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata Budhe Ratna, jamaah gelombang kedua lebih heboh lagi karena kebanyakan anak muda. Bajunya lebih rame dan make-up plus aksesorisnya lebih-lebih... mungkin karena mereka punya lebih banyak waktu buat berdandan. Hauuu... ngga kebayang deh, gimana! :) Oiya, mereka shalat dengan baju warna-warni itu, tanpa mukena. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Shalat dimulai tepat jam 8 pagi. Nah, ini yang unik. Sebelum mulai shalat Imaam menjelaskan tentang julah rakaah shalat, dan jumlah takbir di rakaah pertama dan kedua. Ternyata, ICCD ini sangat fleksibel. Setelah mengingatkan jamaah untuk bayar zakat sebelum dimulainya shalat Eid, beliau menjelaskan, &lt;em&gt;"Saya akan bertakbir tujuh kali di rakaah pertama, dan lima kali di rakaah kedua. Bila saudara-saudara merasa lebih mantap bertakbir tiga kali atau lima kali saja, itu bukan masalah. Itu bukan hal esensial, dan kita semestinya beribadah sesuai dengan apa yang kita percayai..."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wow.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum shalat, beliau juga menjelaskan bahwa ICCD sedang membangun masjid yang rencananya akan bisa menampung 640 jama'ah. Untuk itu ada kegiatan pengumpulan dana, di mana para donatur bisa secara simbolik membeli masing-masing kapling shalat dengan harga (ehm, jangan kaget ya?) .... $1,000! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Donatur ini bisa "membeli" kapling itu untuk diri sendiri, atau atas nama kakak, adik, ibu, dan siapa saja. Hingga saat Idul Fitri kemarin sudah ada 295 kapling terjual.... wah... dalam rupiah, itu sudah setara dengan hampir 3 milyar... banyak juga ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya, setelah shalat, air mata ini mulai menetes. Tiba-tiba aku ingat almarhum Bapak dan kenangan lebaran masa di kecilku dulu. Mbak Rika dan Budhe Ratna di kanan kiriku juga tampak terharu. Dulu aku ngga pernah menyangka, bahwa aku yang berasal dari keluarga pas-pasan ini bisa sekolah di sini... hiiikkksss... alhamdulillaah... Alasan untuk terharu selanjutnya adalah, saat aku melihat saudara-saudariku di sini, aku terbayang jauhnya mereka dari kampung dan keluarga... dan kami ada di satu tempat pagi itu, atas nama cinta kami kepada Allah SWT... Ikatan keagamaan memang luar biasa...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya, khutbah. Itu adalah khutbah Idul Fitri terbaik yang pernah kutemui. Ajarannya ngga bicara soal pahala dan dosa, tapi lebih pada hal-hal yang menyentuh kehidupan kita sehari-hari, tentang hakikat masjid (bahwa masjid itu dianggap ada bila ada jamaah yang datang dan beribadah di dalamnya... sehingga percuma bila kita bangun masjid besar, tapi ngga ada yang datang dan shalat tiap hari), tentang pujian bagi para orangtua yang membawa anak-anak, termasuk bayi, untuk ikut datang dan beribadah di masjid, tentang shalat berjamaah, dan yang paling menyentuh hati adalah penjelasan Al Baqarah ayat 277; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati..."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oooohhhh... sebagai "eksodus" yang melewati hari-hari cukup berat di sini, aku merasa sangat damai mendengar itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah khutbah, aku bersalam-salaman dengan "saudara-saudara" Indonesiaku dan keluarganya. Selain pasangan Mbak Rika - Mike ada Mbak Santy - Steve plus Sinta yang cantik dan si kecil Stevie yang lucu, Bude Ratna - "Pakde" Joseph... dan setelah itu di rumah mbak Rika sudah tersedia sambel goreng, opor ayam, kerupuk udang, bahkan es dawet! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah... terimakasih ya, buat semuanyaaaa... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin! :)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmw05kKvsI/AAAAAAAAAKk/jIHFtkD5MM4/s1600-h/DSC_5508.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924863156600514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmw05kKvsI/AAAAAAAAAKk/jIHFtkD5MM4/s400/DSC_5508.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; "Keluarga" Indonesiaku di Albany&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwuOuPIRI/AAAAAAAAAKc/yTS8Thwnb5o/s1600-h/DSC_5513.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924748576891154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwuOuPIRI/AAAAAAAAAKc/yTS8Thwnb5o/s400/DSC_5513.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di depan jalan masuk ke ICCD&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwhydzVaI/AAAAAAAAAKU/LoZHP3PSXGI/s1600-h/DSC_5512.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924534833337762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwhydzVaI/AAAAAAAAAKU/LoZHP3PSXGI/s400/DSC_5512.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Parkirnya agak jauh karena di depan ICCD sudah penuh...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwXeXqYnI/AAAAAAAAAKM/-Ag4jTtOaWY/s1600-h/DSC_5504.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924357640184434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwXeXqYnI/AAAAAAAAAKM/-Ag4jTtOaWY/s400/DSC_5504.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"gedung" ICCD dan jamaahnya setelah Shalat Ied &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwQc_HXEI/AAAAAAAAAKE/gXvbsXCsMjU/s1600-h/DSC_5501.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253924237009706050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmwQc_HXEI/AAAAAAAAAKE/gXvbsXCsMjU/s400/DSC_5501.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah, kalau yang di sini kayanya kelompok ibu-ibu Timur Tengah (kecuali Mbak Santy dan Mbak Rika)... Dandannya ngga heboh. :)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-578838216935547404?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/578838216935547404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=578838216935547404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/578838216935547404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/578838216935547404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/idul-fitri-di-albany.html' title='Idul Fitri di Albany'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmxAag8KDI/AAAAAAAAAK0/5ne_g_nZF3g/s72-c/DSC_5517.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-2593843804972479440</id><published>2008-10-03T16:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T00:34:19.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiana'/><title type='text'>Yaayy.. Salut, Sutradara Perempuan Indonesia!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmg8rwoy9I/AAAAAAAAAJE/yDgT6KSgd0g/s1600-h/MsSummerCover_JoinCommunity.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253907404703714258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmg8rwoy9I/AAAAAAAAAJE/yDgT6KSgd0g/s400/MsSummerCover_JoinCommunity.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan lalu, gara-gara ikut kursus metodologi riset, aku jatuh cinta pada sebuah majalah perempuan alternatif. Namanya &lt;a href="http://www.msmagazine.com/"&gt;Ms. Magazine&lt;/a&gt; (dibaca Miss Magazine). Sampulnya merah, bergambar borgol dengan simbol feminin, karena di edisi itu Ms.mengangkat isu utama tentang layanan terhadap narapidana perempuan di Amerika. Tidak hanya itu, isi Ms. membuat rasa ketidak-adilan dalam hatiku, yang seringkali cuma kupendam, bangkit dan merasa mendapat "teman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, "teman". Ini bukan pertama kalinya aku membaca bacaan feminis, mengingat di Indonesia aku sempat bergaul cukup akrab dengan isu-isu ini. Tapi baru kali ini aku merasa cukup nyaman membaca laporan tentang isu-isu perempuan. Dulu, seringkali bacaan yang mengangkat isu hak-hak perempuan menjebakkan aku dalam perasaan marah, ngga rela, ngga nyaman atau terganggu. Capek lah pokoknya... Tapi Ms. beda. Dia mengangkat isu-isu ini dengan bahasa yang (menurutku) tidak provokatif, tapi betul-betul menggugah kesadaran sekaligus mendidik. Aku merasa pikiranku benar-benar dibebaskan seperti dalam konsep pro choice. Paham, mengarah ke satu tujuan, namun tanpa rasa bersalah atau terpaksa. Rasanya Ms. ini seperti teman yang menjelaskan sebuah cerita, dan aku merasa ngga sendirian lagi setelah mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari kursus metodologi riset itu aku langsung ke Borders, toko buku terbesar di Crossgates Mid Mall untuk mencari Ms. Ternyata, ada kejutan selanjutnya. Di halaman 26 aku melihat foto Mbak Mira Lesmana dan Nia Dinata. Wow! Ini benar-benar kejutan! :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski judulnya &lt;em&gt;"&lt;strong&gt;Malaysian &lt;/strong&gt;and Indonesian Women Filmmakers Buck The System"&lt;/em&gt;, lebih dari 75% isi artikel itu bercerita tentang tiga perempuan Indonesia, Nan Achnas, Nia Dinata dan Mira Lesmana. Intinya, para sutradara hebat ini ingin menyuarakan isu-isu perempuan yang selama ini ditekan melalui sinema. Hebat ya? :) Aku juga seneng banget membaca kutipan wawancara Mbak Mira, yang menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa perempuan yang belajar tentang pembuatan film semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara yang kebanyakan orangnya menganggap Indonesia adalah negara yang terbelakang, cerita tentang kerja tiga perempuan hebat ini terasa sangat membanggakan. Coba, sampai hari ini, bisa ngga teman-teman mendaftar 3 nama sutradara perempuan Amerika dengan karya yang bisa memenangkan Academy Award?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih banyak Mbak Mira, Mbak Nan, Mbak Nia...&lt;br /&gt;Salah satu hal paling menyenangkan saat aku jauh dari rumah adalah mendapat kabar baik tentang Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut copy artikelnya, silakan klik di atas gambar untuk memperbesar tampilan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmcv4XbZiI/AAAAAAAAAI0/GumRVhyqCok/s1600-h/img006.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253902786702829090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmcv4XbZiI/AAAAAAAAAI0/GumRVhyqCok/s400/img006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmcn4TT7BI/AAAAAAAAAIs/IYvg-lpj-Lw/s1600-h/img007.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253902649246608402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmcn4TT7BI/AAAAAAAAAIs/IYvg-lpj-Lw/s400/img007.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ms. Magazine, Summer 2008 Edition&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmccSiaUHI/AAAAAAAAAIk/qTpKt0kVc1c/s1600-h/img007.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-2593843804972479440?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/2593843804972479440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=2593843804972479440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2593843804972479440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/2593843804972479440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/yaayy-sutradara-perempuan-indonesia.html' title='Yaayy.. Salut, Sutradara Perempuan Indonesia!'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOmg8rwoy9I/AAAAAAAAAJE/yDgT6KSgd0g/s72-c/MsSummerCover_JoinCommunity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-1431392416067618033</id><published>2008-10-03T15:24:00.001-07:00</published><updated>2008-10-06T00:33:11.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Pada Suatu Sore (02) - Wajah Asiaku</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOab9EAkXBI/AAAAAAAAAHo/IqOHJ0zckxQ/s1600-h/DSC_5206+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253057488724712466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOab9EAkXBI/AAAAAAAAAHo/IqOHJ0zckxQ/s320/DSC_5206+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Wajah Asiaku di Albany :)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sambungan Pada Suatu Sore....&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terakhir kali aku berjalan dengan kepala terangkat adalah hari Minggu yang lalu. Aku belanja di Wal-Mart, dan tiba-tiba, saat sedang melihat keranjang-keranjang anyaman, seorang pria Afro-American yang sedang lewat terhenti melihatku. Aku terus berjalan, pindah ke bagian alat-alat dapur, dan ternyata dia bergegas mengikutiku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Miss, I've been working here a whole day, and I didn't mean to be disrespectful. I've just seen you passing by, and I couldn't help but telling you this: you are the most beautiful girl I have ever seen here. Really, you are really beautiful."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Nona, aku sudah bekerja seharian, dan aku ngga bermaksud untuk berbuat ngga sopan. Aku baru saja melihat kamu lewat dan aku ngga bisa menahan untuk ngga mengatakan hal ini: kamu perempuan paling cantik yang pernah kulihat di sini. Beneran, kamu cantik banget...)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ini bukan kejadian pertama. Di jalan, di kampus, di Wendy's... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ini ngga cuma di Albany, tapi juga di Paris. &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wajah Asia Tenggaraku, yang sering dibilang sebagai wajah "Jawa banget" oleh teman-temanku, tampaknya memang disukai banyak orang di sini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tersanjung? &lt;strong&gt;semula &lt;/strong&gt;iya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Indonesia, mukaku ini ngga laku. Standar kecantikan di Indonesia adalah badan tinggi, kulit putih, hidung mancung, rambut hitam lurus dan panjang, bibir tipis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat aku masih SMA dulu, rasanya sampai eneg mendengar cowok-cowok teman sekelasku ngefans si ini dan si itu, karena postur tubuhnya, rambutnya, semuanya. Belum lagi kalau samapi ada yang berwajah indo, atau minimal kearab-araban. Wah, susah. Mereka membuat perempuan berwajah standar seperti aku ini merasa agak "cacat".. hehehe... :D&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak 12 tahun yang lalu, untungnya aku mulai sadar bahwa apa yang cantik di mata Indonesia ternyata tidak selalu cantik di mata dunia. Rambutku yang ikal, agak kemerahan ini ternyata dianggap seksi oleh budaya lain. Hidungku yang kata oang Indonesia pesek ini ternyata dilihat sebagai hidung yang cute, kulitku yang ngga putih ternyata dianggap cantik, bibirku yang tebal, mataku yang ngga terlalu belok, tubuhku yang mungil, semua ternyata dianggap cantik di luar budaya Asia Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Perancis orang memanggilku "ma belle". Di sini, teman Italiaku menyebutku "bella".&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku jadi memaknai kecantikan dengan pemahaman baru. Bahwa, semua etnis, kalau dilihat-lihat, memiliki kecantikannya sendiri-sendiri, saat kita mau membuka mata dan hati, dan tidak membuat standard sempit tentang kecantikan itu sendiri. Lihatlah mata perempuan Eithopia. Tajam, indah. Lihatlah kulit tembaga perempuan Timor, dan seterusnya. &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, kembali ke Albany. Yah, semula aku tersanjung, tapi lama kelamaan hal ini semakin mengganggu. Aku enggan mengangkat kepala karena aku enggan membuang muka saat ada yang berlama-lama menatapku, lalu bersiap menyebutkan pujian itu. Aku enggan membuka peluang buat mereka bicara, lalu mengikutiku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata &lt;strong&gt;dianggap &lt;/strong&gt;cantik itu ngga selamanya enak. Aku merasa jadi objek, jadi barang: aku jadi bukan manusia yang bisa diajak bicara hal-hal serius, karena apapun yang kukatakan, atau kubicarakan, meski dengan berapi-api aku bilang bahwa Biden dan Palin kurang pengetahuan soal Timur Tengah, dan seterusnya, diskusi itu akan berakhir dengan ucapan, "kamu cantik sekali malam ini." Gggrrrhhhhhh.... :(&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat aku menunjukan majalah Ms., majalah feminis bernuansa "kiri" yang kubaca, para pria itu akan mengerutkan wajah. &lt;em&gt;"Please, don't ever think of becoming a feminist."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan aku tanya kenapa...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawabannya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"You're too beautiful..."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;HAH?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Euh... Arrrgggghhhh!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dangkal! Ngga masuk akal! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa salahnya baca majalah feminis?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dasar Chauvinistik!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa cantik itu = terlihat bodoh ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Grrgggghhh..... &amp;amp;%$#@&gt;*(^&amp;amp;!!!@##!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*speechless....*&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-1431392416067618033?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/1431392416067618033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=1431392416067618033' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1431392416067618033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1431392416067618033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/pada-suatu-sore-02-wajah-asia.html' title='Pada Suatu Sore (02) - Wajah Asiaku'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOab9EAkXBI/AAAAAAAAAHo/IqOHJ0zckxQ/s72-c/DSC_5206+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-3785174210640942929</id><published>2008-10-01T19:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T19:23:27.290-07:00</updated><title type='text'>Wishing You....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOQwlm9sXVI/AAAAAAAAAGE/v-saUNldEaU/s1600-h/eid+card+vs2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252376488093441362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOQwlm9sXVI/AAAAAAAAAGE/v-saUNldEaU/s400/eid+card+vs2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-3785174210640942929?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/3785174210640942929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=3785174210640942929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/3785174210640942929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/3785174210640942929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/10/wishing-you.html' title='Wishing You....'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOQwlm9sXVI/AAAAAAAAAGE/v-saUNldEaU/s72-c/eid+card+vs2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-4988237108023713937</id><published>2008-09-30T11:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T00:32:58.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Pada Suatu Sore... (01)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOJ1QGgb6iI/AAAAAAAAAF8/eSJL0IJltBQ/s1600-h/2%2520autumn%2520leaves.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251889034952436258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOJ1QGgb6iI/AAAAAAAAAF8/eSJL0IJltBQ/s400/2%2520autumn%2520leaves.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;daun musim gugur, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;diunduh dari &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ksphotography.com.au/autumn_leaves.htm" target="_top"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;www.ksphotography.com.au/autumn_leaves.htm&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini adalah hari ke-29 Ramadan. Albany diguyur hujan seharian, dan aku merasa sangat kesepian. Kamarku yang nyaman jadi terasa gerah, aku ingin melihat jalan, manusia, dan bicara dengan orang-orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, iya, hari ini aku harus mengirim cek pembayaran sewa apartmentku untuk bulan Oktober. Harus ke kantor pos di Stuyvesant Plaza, naik bis nomor 10. Bagus, ada alasan untuk memaksa tubuhku yang malas ini keluar rumah. Jam 4.50 sore aku bergegas ke pemberhentian bis, yang cuma 20 meter dari pintu kamarku. Ternyata baju lapis tigaku masih belum cukup hangat buat menahan dinginnya udara sore itu. Sudahlah. Nanti aku juga banyak berada di dalam ruangan yang hangat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bis nomor 10 melintasi jalan-jalan yang biasa kulewati. Aneh rasanya, semua tak lagi terasa baru. Semua terasa biasa, seperti layaknya aku sudah hidup di sini sejak bertahun-tahun yang lalu. Jalanan basah. Pohon-pohon mulai meranggas, daun-daun berganti warna. Merah, kuning, coklat, warna daun-daun itu membuat langit yang kelabu jadi latar yang sempurna. Tapi kenapa ya, hati ini rasanya benar-benar sepi?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 5 sore. Tak banyak yang antre di kantor pos kecil ini. Cek dalam amplop putihku telah siap dikirim dengan perangko seharga 42 sen. Semoga sampai dengan selamat sebelum tanggal 2 Oktober, karena kalau tidak, aku terancam kena denda 100 dollar untuk keterlambatan pembayaran sewa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam 5.05 sore. Langit masih mendung. Lapangan parkir Stuyvesant Plaza masih penuh dengan mobil, dan aku sibuk berpikir tentang nasib usulan undang-undang George Bush untuk mengatasi krisis moneter di negara ini. Aku tidak bisa berhenti berpikir tentang orang-orang Amerika yang memutuskan untuk melakukan reverse mortgage, teman-temanku yang bekerja di dua tempat buat memenuhi kebutuhannya, pusingnya para orangtua mencari pinjaman untuk biaya kuliah anak-anaknya... dan sekali lagi, dalam lima hari terakhir ini, aku merasa agak berdosa, mendapatkan fasilitas dari pemerintah negara ini untuk hidup dengan cukup layak, sekolah di salah satu perguruan tinggi terbaiknya, dengan uang yang diambil dari pajak yang dibayarkan oleh warga negaranya, yang saat ini panik memikirkan nasib dana pensiun mereka yang menguap karena krisis...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langit abu-abu itu seperti bersekongkol dengan perasaanku. Aku merasa semakin tidak nyaman. Aku ingin menangis (untuk kesekian kalinya sejak aku tiba di sini), entah untuk apa. Aku kangen "peradaban". Aku kangen hari-hari yang tidak terasa saat mereka terlewat, karena aku punya teman buat bicara apa saja. Aku kangen pemandangan indah, wajah-wajah yang tersenyum hangat dan sopan. Aku, akhirnya memutuskan untuk mencoba datang ke Amina Bazaar, toko kecil yang selalu kulewati saat ke pusat kota Albany, yang menuliskan besar-besar di etalasenya, "menjual daging halal"....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5.40. Di dekat Withrop Avenue seorang wanita muslimah naik ke dalam bis yang kutumpangi. Lebih dari sepuluh kali, mungkin, aku ingin mengajak bicara perempuan-perempuan berjilbab yang kutemui di Albany. Tapi sampai hari ini aku masih diam. Mereka selalu tampak tertutup dan tak ramah pada perempuan tak berjilbab. Mereka selalu duduk berkelompok, tertawa-tawa dan bicara seolah tidak ada manusia lain di sekitarnya. Mereka selalu tampak eksklusif, dan mereka tak pernah tersenyum kepadaku, meski aku menatapnya dengan ramah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, jadi ingat, minggu lalu ada peristiwa menyebalkan. Aku sedang setengah mati belajar dan menulis tanggapan untuk buku &lt;em&gt;Bowling Alone&lt;/em&gt;-nya Putnam di perpustakaan. Tiba-tiba seorang perempuan berjilbab duduk di sebelahku tanpa permisi. Aku tersenyum kepadanya, tapi dia tak membalas senyumanku. Aku terus membaca dan menulis. Tiba-tiba dua perempuan berjilbab lainnya menyusul, duduk di mejaku. Mereka, ohhh... (agak marah kalau ingat itu), mereka, tanpa permisi, tanpa minta maaf, langsung saja sibuk bergossip, dengan suara keras, sahut-menyahut, sementara aku yang terjebak di sudut meja itu sedang memeras otak agak bisa mendapat nilai lebih dari 8 untuk teori komunikasi politikku. Mereka tidak buta, aku yakin itu. Mereka pasti bisa melihat bahwa aku, yang sebetulnya lebih dulu duduk di meja itu, sedang sibuk dengan segepok copy bab-bab diktat kuliah. Mereka, bila cukup beradab, harusnya tahu bahwa ruangan tempatku duduk itu disebut sebagai "&lt;em&gt;study room&lt;/em&gt;", ruang belajar! Dan, dalam etika akademik manapun, tidak seharusnya mereka malah bergossip di &lt;em&gt;study room&lt;/em&gt;, apalagi dengan seorang mahasiswa yang jelas-jelas sedang sibuk belajar di sebelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ingin menegur, tapi aku tahu, aku ngga akan bisa menyembunyikan rasa kesalku. Aku ngga mau membuat "saudari-saudariku" yang mungkin juga sedang puasa, merasa kesal karena teguranku. Aku memutuskan untuk pindah dari meja itu, dengan cukup marah, dan kecewa, melihat kelakuan perempuan, yang selalu menyebut diri mereka "sister", tapi lupa bahwa di bumi ini, ada hubungan antar mahluk, di luar lingkaran eksklusif perempuan muslimah - yang dalam hal ini ditampilkan secara simbolik dengan jilbab besar mereka, yang harusnya juga mereka hargai, meski aku tak otomatis mengucapkan "&lt;em&gt;Assalammualaikum&lt;/em&gt;" saat melihat mereka, meski aku tak memakai jilbab, meski mukaku tak kelihatan seperti perempuan Timur Tengah!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudahlah, sekarang, kembali ke bis nomor 10 sore itu. Aku memutuskan untuk tersenyum pada perempuan berjilbab hitam itu. Dia tersenyum canggung, tapi aku cukup senang melihat senyuman itu. Aku selalu ingin mengajak perempuan-perembuan berjilbab asing itu bicara, tapi aku tak pernah cukup berani untuk mencoba. Aku membayangkan penolakan, aku membayangkan kritik mereka tentang bagaimana seharusnya aku berpakaian, bahkan sebenarnya aku agak ragu untuk benar-benar datang ke Amina Bazaar, karena aku telah terlalu banyak bertemu saudara-saudara muslimku yang "tidak terlalu suka" dengan penampilanku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami turun di pemberhentian yang sama. Aku tersenyum lagi kepadanya, tapi dia membuang muka. Trotoar di Central Avenue penuh daun-daun berwarna kuning yang gugur. Sesekali angin bertiup, dan tumpukan daun-daun mungil itu tersibak, terbang menjauh atau mendekat. Aku baru sadar kalau belakangan ini aku suka berjalan dengan kepala tertunduk.... &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bersambung...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-4988237108023713937?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/4988237108023713937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=4988237108023713937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/4988237108023713937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/4988237108023713937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/09/pada-suatu-sore-01.html' title='Pada Suatu Sore... (01)'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SOJ1QGgb6iI/AAAAAAAAAF8/eSJL0IJltBQ/s72-c/2%2520autumn%2520leaves.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-1744259662481180878</id><published>2008-09-23T18:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T19:41:46.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Lagi'/><title type='text'>Cerita Pertama</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SNmjVwfNxQI/AAAAAAAAAFc/PgKZA1nJ9go/s1600-h/DSC_5232.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249406434865431810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SNmjVwfNxQI/AAAAAAAAAFc/PgKZA1nJ9go/s400/DSC_5232.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;makan siang bareng teman-teman baruku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"A Buat Asri" tidak berisi terjemahan tulisan-tulisan dari "A for Asri".&lt;br /&gt;Rencananya blog ini berisi tulisan tentang berbagai hal yang lebih nyaman kuungkapkan dalam Bahasa Indonesia, tentang hal-hal yang bisa kita perbandingkan sebagai bangsa Indonesia, dan hal-hal yang mungkin (menarik) di mata kita, orang Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto di slide sebelah kanan atas di halaman "A Buat Asri" juga berbeda dari foto-foto di "A for Asri". Aku ingat bahwa apa yang "menarik" di mata kita bisa jadi adalah hal-hal yang biasa di mata orang asing, dan apa yang "tidak menarik" di mata kita bisa jadi adalah hal-hal luar biasa di mata mereka.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"A buat Asri" adalah curhat seorang perempuan Indonesia, buat orang Indonesia, atau orang yang sayang Indonesia. Tumpukan ide sih sudah ada, tapi beban minggu ini benar-benar luar biasa beratnya. Ada cerita tentang pelajaran dari Ike, perjalanan Pemilu dan angka-angka survey yang bikin deg-degan, cintaku pada Anderson Cooper, cerita dari acara-acara kampus, curhat colongan... tapi nanti deh...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Malam ini aku harus selesaikan &lt;em&gt;response paper&lt;/em&gt; dari buku &lt;em&gt;Bowling Alone&lt;/em&gt;-nya Putnam (bacaannya buanyaaakkk...hiks-hiks-hiks...), kemarin malam aku harus selesaikan tugas analisa artikel Schudson tentang keberadaan ranah publik dalam sejarah politik Amerika, tadi siang aku harus "membabat" tiga artikel tentang &lt;em&gt;behavioral intention&lt;/em&gt;, besok pagi ada kelas multimedia, disusul kerja kelompok untuk survey apatisme politik di kelompok pemilih pemula, dilanjutkan dengan kerja kelompok untuk menyusun rencana audit komunikasi di DMV - kantor urusan kendaraannya Amerika, lalu kuliah sampai jam 8.30 malam. Gimana kelihatannya? cukup sibuk? itu belum semuanya... Kamis nanti ada presentasi tentang skala kuestioner apatisme politik plus tinjauan pustakanya... &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Awwwwwwhhh.... Ternyata berat juga sekolah di Amerika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SNmjAAOlZaI/AAAAAAAAAFU/6ysjIRFk6R4/s1600-h/DSC_5254.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249406061133522338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SNmjAAOlZaI/AAAAAAAAAFU/6ysjIRFk6R4/s400/DSC_5254.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bareng para profesorku, teman-teman dan anjing kesayangan dosen waliku. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ibu dosen waliku adalah ibu berbaju merah, berambut warna tembaga.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam seminggu minimal aku membaca 300 halaman artikel politik - rancangan pesan untk publik - persuasi dan audit komunikasi, membuat paling tidak dua analisa dari bacaan itu, mencari bahan tinjauan pustaka buat pelajaran lainnya, menyiapkan diri buat diskusi kelas, dan mengikuti setidaknya satu kursus tambahan dari &lt;em&gt;Interactive Media Center &lt;/em&gt;dan kantor urusan mahasiswa internasional. Berat. Capek. Ditambah lagi suhu yang semakin dingin saja, di bawah 5 derajat Celcius tiap malam, sementara pemanas ruangan di apartmentku belum juga dihidupkan, sedihnya hidup sendiri dan kesepian, kadang-kadang saat bangun di pagi hari jadi terasa sangat berat dan &lt;em&gt;mellow&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini hal-hal yang ngga terpikirkan saat aku lagi semangat-semangatnya cari beasiswa. Seharusnya, saat itu aku sudah bayangkan kemungkinan-kemungkinan ini, jadi ngga terlalu &lt;em&gt;down &lt;/em&gt;saat merasakannya hari ini. Meski begitu, belajar di sini asik kok, banyak sekali hal yang kita dapatkan dan pelajari, dan banyak sekali "jendela-jendela" wawasan baru yang tidak pernah terpiikir sebelumnya, tapi ternyata asik juga untuk dijalani.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Makanya, untuk mengurangi stress mulai akhir minggu lalu aku berusaha ikut acara-acara kampus, mulai dari acara memetik apel dan bikin pie buat penampungan tunawisma sampai kelompok jurnal penulisan kreatif di Fakultas Ilmu Humaniora. Kamis minggu ini aku juga sudah terdaftar dalam klub yang seru... hmmm... ehm... kelas Tari Perut a la Timur Tengah. Hihi.. seksiiii... :D &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*sudah berkhayal kalau pentas nanti aku mau pakai &lt;em&gt;"Mahluk Tuhan Paling Seksi"&lt;/em&gt;-nya Mulan*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jujur, rasanya aku cukup tertekan menghadapi beratnya beban akademik di sini. Tapi inilah "&lt;em&gt;point of no return&lt;/em&gt;", titik di mana aku ngga bisa "batal dan kembali". Pilihan terbaik yang bisa kujalani adalah berusaha sebaik-baiknya dan punya semangat vini-vidi-vici... hahaha... berasa atlet loncat indah olimpiade, yang setelah berjuang berat di Pelatnas harus terbang ke Beijing dan sesampainya di sana tentu saja mau nggak mau harus meloncat dari papan yang tinggi, salto, jungkir balik sebaik-baiknya, nyebur ke kolam, dan menunggu hasil penilaian juri, untuk jadi pemenang medali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;So, &lt;em&gt;I'm jumping now&lt;/em&gt;. Semoga salto-ku tidak mengecewakan. Mohon doanya yaaa... :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-1744259662481180878?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/1744259662481180878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=1744259662481180878' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1744259662481180878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/1744259662481180878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/09/buat-asri.html' title='Cerita Pertama'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_loNAgpkwSOo/SNmjVwfNxQI/AAAAAAAAAFc/PgKZA1nJ9go/s72-c/DSC_5232.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-39308942739689675.post-5133994093875761582</id><published>2008-09-23T18:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T18:54:13.187-07:00</updated><title type='text'>Masih Kosong...</title><content type='html'>Mohon maaf,&lt;br /&gt;Halaman ini masih kosong meski ada banyak cerita yang ingin kutulis.&lt;br /&gt;Sedang banyak tugas, dan banyak perasaan yang harus ditenangkan.&lt;br /&gt;Ketika hari sudah semakin tenang, pasti aku berbagi cerita.&lt;br /&gt;Jangan kapok berkunjung ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/39308942739689675-5133994093875761582?l=aforasri-bhs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/feeds/5133994093875761582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=39308942739689675&amp;postID=5133994093875761582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/5133994093875761582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/39308942739689675/posts/default/5133994093875761582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aforasri-bhs.blogspot.com/2008/09/masih-kosong.html' title='Masih Kosong...'/><author><name>Asri Wijayanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13962882423249279330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/-bGtr7kkgZnc/TmbFWtCVYHI/AAAAAAAAA3k/gZtj0857F-k/s220/_cccSM010111.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
